GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Rabu, 10 Juli 2013

ENERGY DOA

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si
Staf Pengajar STAIN Kediri Jawa Timur

1. Dasar


1.1 Firman Allah Swt, QS. Al Baqarah [2] :186.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِ‌يبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْ‌شُدُونَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah [2]: 186) 

1.2 Hadis Nabi Saw :

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ اَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَة  (المعجم الأ وسط, جزء 3, صفحة: 293)

Dari Anas bin Malik, sesunggunya Nabi Saw bersabda: do’a itu, inti ibadah. (Al Mu’jam Al Ausath, Juz 3, hal 293).

2. Bukti Do’a Memiliki Energy.

2.1 Doa Rasulullah Saw pada Perang Uhud.

Suatu peperangan dahsyat yang tidak imbang kekuatan pasukannya. Awalnya, hampir-hampir dimenangkan oleh pasukan Rasullah Saw.

Namun, pasukan panah yang ditugasi berjaga diatas bukit Uhud terlena, dan ambisi merebut  rampasan  perang. Maka mereka terjebak oleh tentara kafir dari arah belakang. Mereka ditikam, ditombak, dipenggal lehernya, dan terbunuh. Termasuk paman Rasulullah Saw sendiri Sayidina Hamzah sang pendekar tentara Islam, gugur dalam peperangan dahsyat itu.

Sisanya, kocar kacir, tunggang langang. Lari terbirit-birit.

Sementara, pasukan lawan di atas angin. Rasululah Saw hampir-hampir gugur diujung tombak pasukan kafir yang bringas itu.

Puncaknya, Rasulullah Saw memanjatkan doa kehadhirat Allah Swt. “Ya Allah, kalau pasukan kaum Muslimin ini Engkau biarkan ditumpas oleh kaum kafir (termasuk saya juga), siapa lagi yang akan sanggup membela dan menyebarkan agama-Mu di muka bumi ini ?” Allahu Akbar 3 X.

Doa Rasulullah Saw yang bersungguh-sungguh itu kontan mendapat respon dari Allah Swt.

Beribu-ribu malaikat diterjunkan dari langit oleh Allah, menyerbu pasukan kafir. Mampuslah mereka. Menanglah pasukan kaum Muslimin dalam peperangan dahsyat yang tidak imbang itu.

2.2. Doa Nabi Ayub saat diuji sakit.

Firman Allah Swt:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَ‌بَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ‌ وَأَنتَ أَرْ‌حَمُ الرَّ‌احِمِينَ 

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". (QS. Al Anbiyaa’ [21]: 83)

Begitu indahnya doa yang dipan- jatkan oleh Nabi Ayub as, tidak tampak menggerutu dan kesedihan sedikitpun dengan ujian sakitnya yang bertahun-tahun itu. 

Allah-pun merespon doa nabi  yang sabar dan tabah itu. Sembuhlah Nabi Ayub dari penyakitnya yang menahun.  Kembalilah seluruh harta bendanya yang pernah ludes terbakar. Diberikan lagi keturunan yang shaleh dan shalihah, pengganti anak-anaknya yang meninggal dunia –sebagai ujian Nabi Ayub as.

2.3. Doa Rasulullah Saw, agar Islam menjadi kuat karena Umar bin Khatthab atau Abu Jahal bin Hisyam.

Rasulullah Saw bersbda:

عَنْ اَنَسٍ إِبْنِ مَالِكٍ قَالَ, قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَللّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ الرَّجَلَيْنِ بِعُمَرَإبْنِ الْخَطَّابِ أَوْبِأَبِ جَهْلٍ إِبْنِ هِشَامٍ.

Dari Anas bin Malik, dia berkata: Bersabda Rasulullah Saw: Ya Allah, perkuatlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang Engkau cintai, Umar bin Khatthab atau Abu Jahal bin Hisyam.

Atas hidayah Allah Swt, salah seorang dari tokoh besar kaum kafir itu menyatakan diri masuk Islam, memperkokoh barisan Rasulullah Saw. Dan, jayalah Islam. Dialah, sayyidina  Umar bin Khatthab. Yang akhirnya, terpilih menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Shiddiq.

2.3. Doa tiga orang terjebak di dalam goa.

Suatu ketika, tiga orang berkelana menyusuri padang pasir. Tiba-tiba, hujan turun degan sangat lebatnya. Mereka berteduh di dalam goa. Dengan tidak diduga, pintu goa tertutup oleh batu raksasa yang longsor karena hujan.

Suasana semakin gelap. Membuat tiga orang itu penasaran, takut, dan tercekam perasaannya. Mereka mendorong batu yang menutup kuat pintu goa. Namun, tak bergeser sedikitpun -saking besarnya.

Mereka berunding untuk dapat menggeser batu raksasa itu melalui doa dengan wasilah amalan terbaik masing-masing.

Orang pertama berdoa dengan khusyuknya kepada Allah Swt melalui wasilah “amal baktinya kepada kedua orang tuanya yang tidak pernah dilakukan orang lain”. Dia tiap hari selalu memerah susu dombanya untuk kedua orang tuanya sebelum memberi makan kepada anak-anak dan isterinya.

Suatu hari, dia mencari makan dombanya. Namun, kemalaman pulangnya. Sampai rumah, ayah ibunya sudah tidur. Sedang dia belum memerah susu untuk ayah bundanya. Cepat-cepat dia memerah susu sebagaimana biasa untuk kedua orang tua. Tetapi, karena keduanya sudah tidur lelap (karena kelaparan), dia tidak berani membangunkannya, saking hormatnya.

Sementara, anak-anaknya menangis kelaparan, minta susu. Namun, mereka tidak diberi sebelum ayah budanya minum lebih dahulu.

Sepertiga malam, kedua orang tua baru bangun. Lalu susu diserahkan kepada mereka. Setelah itu baru anak-anaknya.

“Ya Allah, kalau perbuatan itu merupakan amal yang shaleh dan Engkau ridhai, aku mohon kepada-Mu, bukakan pintu goa ini dari batu raksasa itu.

Dengan izin Allah, batu bergeser setelah didorong orang ini. Namun, belum cukup untuk lewat tubuh manusia.

Orang yang kedua tampil dengan doanya yang didahului dengan wasilah amal shalehnya.  Di musim paceklik yang berkepanjangan, putri cantik anak pamanku datang kerumah. Dia mengadu dan mengeluh, sudah beberapa hari ini keluarganya tidak makan karena kehabisan bahan. Kalau dibiarkan, bisa meninggal kelaparan.

Putri pamanku meminta bantuan, agar diberi bahan makan untuk beberapa hari kedepan. Permintaan itu aku penuhi ya Allah. Tetapi, aku meminta kepada putri paman itu agar sanggup melayani dorongan nafsuku. Diapun meng “ia” kan. Namun, setelah aku  berada ditengah-tengah kedua kakinya, putri pamanku yang aku dan dia sama-sama cinta, berkata. Wahai abang, aku memohon kepadamu, janganlah engkau pecahkan cincinku ini sebelum dihalal kan oleh Allah Swt.

Mendengar kalimat seperti itu, aku langsung melompat cepat meninggalkan kekasihku tanpa aku nodai sedikitpun.

“Ya Allah, kalau perbuatan itu Engkau anggap amal yang shaleh, tolong Engkau bukakan pintu goa ini dari himpitan batu raksasa itu.” Atas  izin Allah, batu itupun bergeser setelah didorong oleh orang ini. Sa- yang, belum cukup untuk lewat tubuh manusia.

Kemudian, ganti orang ketiga. Dia berwasilah perlakuan positifnya terhadap mantan pegawainya yang telah pulang dan gajinya belum diambil sampai beberapa tahun.

Gaji itu dikembangkan oleh sang majikan dengan dibelikan ternak kambing dan unta. Setelah sekian tahun, ternak itu berkembang biak luar biasa. Sampai-sampai tidak terhitung jumlahnya.  Dalam  kitab  Riyadhusshalihin disebutkan, jumlahnya satu lembah yang luas.

Datanglah sang mantan pekerja itu berniat mengambil gajinya yang telah ditinggalkan bertahun-tahun lamanya. Sang majikan mengatakan kepada mantan pekerjanya. Itu gajimu yang belum kamu ambil. Lihatlah, sekarang menjadi unta dan kambing yang tak terhitung jumlahnya. Terkejut dan bersyukurlah sang mantan pekerja itu Dan semua diboyong, dibawa pulang dengan tanpa tersisa sedikitpun.

“Ya Allah, kalau perbuatanku itu termasuk amal shaleh, tolong Engkau geser batu penutup pintu gua ini, agar kami bisa keluar dan pulang kerumah masing-masing.

Subhanallah dengan izin Allah, batu itu bergeser. Dan terbuka lebar pitu goa. Keluarlah mereka dengan penuh kebahagiaan.

3. Etika Berdoa

3.1. Suci lahir dan batin.

Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَهُ إِلَى السَّمَاءِ يَارَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغَذَّي بِالْحَرَامِ فَأَنىَّ يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ. (سنن الترمذي, جزء 5, الصفحة 220)

Dari Abi Hurairah ra, ia berkata. Bersabda Rasulullah Saw: Berdoa seseorang yang sedang melakukan perjalanan panjang. Dia sangat kusut, penuh dengan debu. Dia menengadahkan tangannya ke kelangit (sambil berdoa), wahai Tuhan. Tetapi, makannya haram, minumannya haram, pakaiannya (berasal dari) yang haram, memberi makan (keluarganya) dengan yang haram. Maka, bagaimana dikabulkan doa yang demikian itu? (Sunan Tirmidzi, Juz 5, hal 220)

Dari Hadits Rasululah Saw ini dapat diambil benang merahnya, bahwa berdoa itu hendaknya suci lahir batinnya. Hindari makanan, minuman, dan pakaian yang tidak halal. Pilihlah yang halal-halal saja. Dan, yang halal itu jumlahnya lebih banyak daripada yang haram.

3.2. Merendahkan diri

Firman Allah Swt:

اُدْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ   (أَلْأَعْرَاف :55 


Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549]. (QS. Al A’raaf [7]: 55)
Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

Berdoa, hendaknya jangan sombong dan angkuh. Jangan seperti orang yang tidak butuh. Melainkan tunjukkan perasaan kemelaratannya, kelemahannya, kerendahanya. Dan, jangan melampau batas-batas kewajaran dan kepatutan permohonannya.

3.3     Di tempat Yang Mustajabah.

1). Tempat-tempat yang suci.
2). Masjid/Mushalla/langgar.
3). Tanah Suci Makkah dan Madi- nah.
4). Tempat berkumpulnya para Alim dan Uama’, ahli ibadah, shalihin dan shalihat.
5). Dan tempat-tempat lain yang baik menurut Allah Swt.

4. Tiga golongan, doanya mustajab.

4.1  Orang tua.
4.2  Musafir.
4.3  Mazhlum (orang yang dizhalimi).

Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ, قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَّى اللهِ وَسَلَّمَ:  ثَلاثٌ يُسْتَجَابُ دَعْوَتُهُمْ اَلْوَالِدُ وَ الْمُسَافرُ وَ الْمَظْلُومُ. (المعجم الكبير, جزء 17, صفحة 340
 

Dari Abdullah bin Zaid, dia berkata: Bersabda Rasulullah Saw: tiga golongan yang doanya dikabulkan. 1) orang tua, 2) musyafir, dan 3) orang yang dizhalimi. (Al Mu’jam Al Kabir, Juz 17, hal 340)

5. PENUTUP

5.1  Doa mempunyai energy luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.
5.2  Doa dikabulkan oleh Allah Swt apabila dilakukan sesuai keten- tuan yang ada.
5.3  Jangan berputus asa apabila doa-doa belum dikabulkan.
5.4  Dalam berdoa, lebih  mengedepan- kan husnuzzhan terhadap ketentuan Allah Swt.
5.5  Hendaknya tidak melupakan doa - setiap menghadapi berbagai per- soalan yang terjadi di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]