GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Selasa, 21 Maret 2017

Mendidik Karakter

Oleh: Mohammad Nuh

TRANSMISI nilai-nilai kebaikan adalah kerja peradaban. Sejarah mengingatkan kita bahwa perabadan tak selamanya tumbuh. Kadang bangkit, kadang runtuh. Ia meruntuh saat moral merosot—kala suatu masyarakat gagal mewariskan kebaikan-kebaikan utama—kekuatan karakternya—kepada generasi barunya. (Lance Morrow)

Pagi yang cerah, murid-murid kelas IV turun ke sawah untuk melihat proses pengolahan padi. Mulai dari menuai, merontokkan, menjemur, hingga menggiling padi. Mereka bersemangat dan bergembira, berjalan menyusuri pematang sawah, bertegur sapa dengan petani.

Ketika sampai di sawah, mereka membantu petani menuai padi dengan menggunakan sabit. Batang padi yang sudah dipotong dikumpulkan di pinggir sawah, lalu diangkut ke lapangan. Siswa melihat bagaimana petani merontokkan padi kering dalam karung berukuran kecil yang memungkinkan diangkut oleh siswa. Satu per satu mereka bergantian memanggul karung padi itu ke tempat penggilingan.

Saat berada di tempat penggilingan, spontan Akbar bertanya kepada gurunya. “Bu Guru, berarti kita harus melepaskan dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik ya?”

Senin, 28 November 2016

Guru itu Digugu dan Ditiru

Oleh : Itje Chodidjah

Slogan guru digugu dan ditiru ini ini memiliki makna yang dalam bagi kehidupan seorang guru. Landasan falsafah di balik slogan ini adalah bahwa  sosok seorang guru dapat dipercaya dan ditiru. Hal ini mengisayaratkan bahwa dalam berbagai kegiatan kehidupan, masyarakat berharap guru sebagai tauladan. Ketika di sekolah guru menjadi panutan bagi siswanya.

Dalam konteks sekolah, guru dipercaya karena diharapkan guru akan selalu menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan yang bermanfaat bagi kehidupan siswanya baik secara akademis maupun pribadi. Guru juga diharapkan bertingkahlaku sesuai dengan azas moral dan adat istiadat setempat. Secara komulatif diharapkan hasil pendidikan di sekolah dengan anak didik yang berasal dari berbagai keluarga yang berlatar belakangnya berbeda akan menjadi kelompok masyarakat yang madani.

Sekolah yang penyenggaraannya harus dipimpin oleh para guru memiliki peranan penting bagi tumbuh kembangnya masyarakat. Tingkah laku yang muncul di masyarakat mau tidak mau tetap diwarnai oleh apa yang dianut oleh para guru, yang didalamnya ada kelompok kepala sekolah dan pengawas sekolah, dalam menyelenggarakan proses mendidik.

Bertanggung jawab

Ketika seseorang memutuskan untuk mengambil profesi menjadi guru, maka ia harus memahami bahwa ia sedang memutuskan untuk menjadi bagian dari  kehidupan individu-individu yang dididiknya. Secara bawah sadar, anak didik yang bernaung di kelasnya berharap banyak bahwa mereka akan mendapat berbagai pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidupnya. Harapan tersebut tentu saja juga merupakan harapan orang tua, masyarakat, dan negara.

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]