GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Senin, 07 Mei 2012

Marzuki Sebut Banyak Koruptor Alumnus UI & UGM

Jakarta [http://news.detik.com/] -- Ketua DPR Marzuki Alie menyebut banyak koruptor merupakan alumnus perguruan tinggi negeri. Marzuki pun meminta perguruan tinggi negeri meningkatkan kualitas pendidikannya dan tidak hanya fokus pada pengerjaan proyek.

"Saat ini korupsi kan orang-orang pintar lulusan universitas dari UI, Gadjah Mada, ICMI, dan semuanya terlibatlah (korupsi). Ini fakta," ujar Marzuki Alie saat berbicara di acara 'Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Senin (7/5/2012).

Kesemuanya itu, lanjut Marzuki Alie, disebabkan oleh pendidikan masa lalu. Karananya masalah itu harus segera diperbaiki. Pada kesempatan itu, Marzuki menyinggung rendahnya kualitas pendidikan perguruan tinggi Indonesia.

 



"Kebanyakan perguruan tinggi negeri ngurusin proyek saja," sindir Marzuki Alie.

Karena itu, Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi diharapkap dapat mengatasi minimnya fasilitas pendidikan dan kurang berprestasinya perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

"Pendidikan mahal! Salah kalau dibilang murah, makanya alokasi 20 persen jangan dialokasikan ke 19 kementerian yang kurang bermanfaat," usulnya.

"Perguruan tinggi harus tahu kebutuhan lingkungannya, makanya harus disiapkan agar mahasiswa bisa match dengan lingkungannya," tambah Marzuki.

Video dan berita lainnya, klik :

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Rektor UI Tak Tersinggung Ucapan Marzuki

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Sumantri mengaku tak tersinggung dengan pemberitaan mengenai pernyataan Ketua DPR RI Marzuki Alie bahwa, banyak koruptor di Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi negeri terkenal, seperti UI, UGM, dan ITB. Gumilar justru menuding media massa membesar-besarkan pernyataan politisi Partai Demokrat tersebut.
Beliau bicara biasa-biasa. Saya juga heran. Konteksnya juga beliau bercanda. Media yang membesar-besarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki, Senin (7/5/2012), di Kampus Universitas Indonesia (UI) dalam diskusi bertajuk "Pandangan Kritis tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia". Gumilar mengatakan, dirinya tak berkomunikasi langsung dengan Marzuki setelah pernyataan tersebut disampaikan.

"Tidak (berkomunikasi). Beliau juga tidak menanyakan ini. Kalian saja yang meramaikan. Saya juga heran," tambah Gumilar.

Sebelumnya, Ketua Umum Keluarga Alumni Gadjah Mada Sultan Hamengku Buwono X menyesalkan ucapan Marzuki Alie.

"Pernyataan Marzuki Alie patut disesalkan," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sebaiknya seorang pejabat negara harus mampu menjaga perkataannya jika menyampaikan pernyataan ke publik sehingga tidak menimbulkan persoalan. Apalagi jika pernyataan tersebut menyebutkan nama institusi tertentu.

"Pimpinan itu, jika bicara tanpa dasar, tidak usah menunjuk atau menyebut nama institusi seperti UI atau UGM, sehingga tidak menimbulkan masalah, apalagi yang bersangkutan orang berpendidikan tinggi," kata Sultan, yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sementara itu, Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pernyataan Marzuki merupakan bentuk cerminan dari dirinya sendiri.

"Jika bicara, kaum intelektual berpotensi menduduki jabatan tinggi dan melakukan korupsi, berarti beliau sedang berkata tentang dirinya. Ketika menunjuk, bahwa orang berpendidikan memiliki posisi tinggi, berpotensi korupsi, lha kurang tinggi apa dia sebagai ketua DPR," katanya.

Menurut dia, sumber praktik korupsi sebenarnya tidak hanya di birokrasi maupun swasta, tetapi dari lembaga pendidikan dan semuanya. Ia juga menyebut pernyataan Marzuki tidak bijaksana dan berbahaya karena menyebut nama institusi perguruan tinggi tertentu.

"Pernyataan itu tidak pantas sebagai ekspresi wakil rakyat. Beliau sebagai wakil rakyat, seharusnya bisa lebih cerdas," katanya.

Terkait hal ini, Marzuki membantah menyebut menuding universitas tertentu sebagai lembaga akademik penghasil koruptor.

"Saya tidak bicara spesifik mengenai UI dan UGM saja, tapi semua secara umum," kata Marzuki.

Dia mengatakan, bahwa ada pemberitaan yang salah mengenai dirinya.

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]