GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Selasa, 05 Januari 2016

Merubah Hidup Baru

 

 

Oleh : Athor Subroto


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan
(QS. Al Hasyr [59]: 18)

TAHUN baru, saatnyamerubahhaluan.Bisakekanan, ke kiri, ataubahkan mundursatulangkah.Tujuannya, memperbaharui strategi yang hendak dijalanilebih lanjut.Sasarannya jelas, menghin dari terulangnya berbagai kesalahan yang pernah terjadi.Gol-nya, meraih hasil yang lebih besar dari pada sebelumnya.
Namun demikian, tidaksemua orang memiliki kemampua nuntuk merubah gaya hidupnya. Kebanyakan dari mereka, statis.Tidak ada perubahan sama sekali. Untu kapan berubah, begini saja sudahl umayan, fikirnya.
Padahal, kalau mereka mau merubah strategi lama dengan yang baru, bisa jadi keberhasilan berlipat-ganda dibanding sebelumnya. Namun, mereka enggan dan malas untuk itu. Hasilnya, begitu-begitu saja. Ndak ada kemajuan.
Berbeda jauh dengan kelompok yang orientasinya jauh ke depan. Mereka melakukan perubahan dengan stile-nya sendiri yang diyakini. Menggunakan ilmu yang relevan dengan perkembangan zaman. Tidak ketinggalan, pengalaman masa lalu mereka jadikan modal yang sangat berarti. Mengapa bisa rugi. Mengapa bisa untung besar.
Pengalaman ini mereka jadikan guru yang terbaik dalam memacu kegiatannya. Sebagaimana pepatah, Experion is the best teacher, pengalaman adalah guru yang terbaik.  Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt di dalam Surah Al Hasyrayat 18 tersebut di atas.
 Menurut Al Qur’an dan Tafsir Kementerian Agama RI Jilid 10, kata Lighad dalam ayat tersebut, artinya hari esok. Maksudnya hari-hari yang akan datang. Lebih lanjut dikatakan, Allah memerintahkan agar setiap mukmin memperhatikan perbuatan-perbuatannya di masa lalu untuk perbaikan dan kepentingan masa depan di akhirat.
Ada mafhum  mukhalafah yang terkandung dalam tafsir itu, bahwa masa lalu memiliki arti sangat penting dalam menunjang keberhasilan hidup di masa depan.
Jika berfikir cara mengubah hidup seperti mengayunkan tongkat ajaibbim salabim, maka fikiran itu keliru. Jika ingin mengubah hidup, perlu bersedia untuk berproses. Orang-orang hebat itu adalah mereka yang sudah melalui proses. Tidak (ujug-ujug) terjadi begitu saja.
Seringkali orang tertipu oleh persepsi sendiri. Katanya, orang yang lebih baik itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan memerlukan waktu serta pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu. Dalam bahasa agamanya, melalui ikhtiar dan tawakkal.
Orang yang berhasil memiliki jabatan tinggi, karena dia sudah melalui proses yang mengubah dia menjadi pribadi yang pantas, dan sanggup mengemban jabatan tersebut.
Begitu juga, orang yang berpenghasilan tinggi-pun, sudah melalui proses untuk mengasah insting dan kemampuannya dalam mendapatkan penghasilan besar.
Orang ‘alim pun sama. Mereka telah melalui proses menimba ilmu agama dalam waktu yang tidak sedikit, dan bulghah yang cukup -sebagai bekal.


Cara Mengubah Hidup Itu Menyeluruh

Banyak yang mengira, jika dia sudah memiliki modal, segalanya akan lebih baik. Bisa jadi, jika yang lainnya sudah baik, misalnya mindset dan kemampuannya sudah baik - kehadiran modal akan membuatnya lebih baik. Namun tidak semua orang punya modal lalu menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah (bisa) menghancurkannya. Mengapa, sebab kebaikanyang hanya dari satu segi saja -belum cukup.
Seseorang tidak akan menjadi baik jika hanya mengandalkan skill teknis saja. Diperlukan kemampuan lain untuk meraih sukses. Bukan hanya masalah kemampuan teknis saja. Misalnya, hanya bisa membuat ayam goreng saja, tidak akan bisa merubah seseorang menjadi pengusaha ayam goreng besar. Sebab, diperlukan kemampuan yang lain.

Langkah Pertama: Kejelasan

Seseorang akan bingung jika tidak jelas arah perubahan hidupnya. Seperti saat mengendarai mobil.Dia akan mudah mengarahkan setir mobil jika sudah mengetahui tujuan dengan jelas. Jika tidak, maka mobil bisa tidak tentu arah dan entah akan melaju kemana.
Tentukan, apa definisi lebih baik itu dengan jelas dan terukur. Jika mau lebih baik dari sisi ekonomi, baik apanya? Misalnya penghasilan -ingin lebih baik? Berapa lebih baik itu? Kapan?
Artinya, langkah pertama harus membuat sebuah tujuan yang SMART, dimana tujuan itu lebih baik dari kondisi saat ini.

Langkah Kedua: Tekad

Banyak yang ingin berubah, tetapi hanya ingin. Dia tidak juga melakukan perubahan. Mengapa? Sebab dia tidak memiliki tekad yang bulat.
Keinginan yang kuat, ditunjang tekad yang bulat, akan menghasilkan perubahan yang berarti. Dalam proses perubahan, akan bertemu banyak halangan dan rintangan. Bahkan, ada kecenderungan untuk kembali ke tempat semula. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang bulat.
Tekad yang bulat, artinya harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan  untuk mengalami perubahan.
Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lonjong. Kemudian akhirnya mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik. Padahal belum.

Langkah Ketiga: Hati

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini sudah sangat jelas, jika ingin berubah menjadi lebih baik, ubahlah hati lebih dahulu. Hati meliputi perasaan dan fikiran. Maka, wajar banyak metode pengembangan diri yang fokus membenahi menejemenperasaan dan pikiran.
Bersihkan hati dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati lainnya. Niscaya akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih optimis, bersemangat, dan memiliki energi yang tinggi untuk berubah.
Penghalang perubahan itu ada di hati, maka bersihkanlah jika ingin berubah.Kalau tidak mau merubah hati menjadi bersih, hasilnya ya tetap memble. Alias gagal.

Langkah Keempat: Prioritas

Hal pokok keempat yang perlu dilakukan adalah mengatur skala prioritas. Perubahan akan tergantung apa yang diprioritaskan. Jika memprioritaskan tindakan-tindakan yang biasa dilakukan, maka hasilnya pun akan seperti biasa. Mengapa berharap yang lain?
Kadang banyak orang yang merasa sudah melakukan sesuatu untuk perubahan. Tetapi tidak menjadi prioritas, sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Hasilnya akan didominasi oleh apa-apa yang diprioritaskan.
Lihatlah, apakah sudah punya rencana untuk berubah? Maka prioritaskan tindakan pada rencana itu.

Langkah Kelima: Istiqamah       

Kelanjutan dari memprioritaskan adalah harus istiqamah dalam melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk mengubah hidup. Lakukan terus dan terus sampai merasakan perubahan itu.
Konon, istiqamah adalah hal yang paling sulit dan berat. Menjaga istiqamah itu tidak mudah. Tapi, ini harus dilakukan jika mau berubah. Karena, istiqamahmemiliki energi yang hebat. Dalam maqalah dikatakan 
اَلْإِسْتِقَامِةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِكَرَمَةٍ sikapistiqomah itulebih baikdari seribu kemulyaan.Padahal, diberi satu kemulyaan saja, sudah luar biasa hebatnya.Apalagi seribu kemulyaan.Sungguh, suatu predikat yang spektakuler.


Langkah Keenam: Motivasi

Istiqamah itu berat. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa terus melakukannya. Semakin jauh perjalanan, akan semakin dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bahan bakar harus siap sedia. Jangan sampai roda berhenti-berputar karena kehabisan energi.
Agar terus istiqamah dalam bertindak, maka harus memiliki motivasi yang cukup sampai akhir. Jangan sampai berhenti ditengah jalan. Jika berhenti, tidak akan pernah sampai ketujuan.
Seseorang yang ingin sukses harus memiliki senjata-senjata yang bisa memotivasi diri. Misalnya, cita-cita yang kuat, tekad yang bulat, semangat yang tinggi, bekal yang cukup, teman yang berkualitas, sabar, syukur, ikhtiar dan tawakkal.

Langkah Ketujuh: Optimis        

Enam langkahtadi akan percuma, jika seseorangdihinggapi penyakit pesimis. Kadang, perubahan itu membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan proses dan perjuangan. Seseorang akan bisa berproses jika memiliki optimisme yang tinggi.
Optimis adalah yakin, bahwa dirinya bisa berubah, meski setelah usaha panjang masih belum terlihat hasilnya. Keyakinan mesti terus dijaga. Suatu saat perubahan itu akan tiba.

Optimis menjadi sebuah pelengkap yang mutlak harus ada. Banyak orang yang gagal(usaha apapun saja) karena mereka kehilangan optimisme. Apalagi kalau sudah masuk katagori frustrasi dan patah arang. Pasti gagal dan gagal lagi, sampai tak terhitung usianya. Maka, optimis adalah motor-penggerak yang sangat ampuh menuju sukses. Man jadda wajada. Siapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Semoga.

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]