GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Kamis, 10 September 2015

Menadah Setetes Embun

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri

Terasa memang, betapa keringa-keruntangnya negeri ini. Sawah ladang dan kebon menangis –seakan mulutnya menganga lebar. Jeritan tangis bocah terdengar bersaut-sautan. Mereka kehausan. Sedang ibu dan babaknya pergi jauh mencari tetesan embun yang terkumpul di ladang dan lekuk sungai mengering, terhimpit bebatuan.

Pepohonan rontok daunya. Kekeringan membakar tumbuh-tumbuhan.  Tak satupun yang terhindar. Kecuali pohon yang kokoh dan tahan di musim kemarau.Negeri ini terasa bagai Jazirah Arab. Kering kerontang. Tak ada air setetespun terdapat di padang pasir.

LaporanREPUBLIKA.CO.ID (31/7), Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Diperkirakan ada 200 ribu hektare lahan perkebunan yang mengering dan terancam gagal panen.
Tentu tanah subur menjadi dambaan umat. Dari sana akan tumbuh berbagai tanaman. Padi, sayur, dan buah-buahan –tumbuh menghijau dan merekah. Membuat wajah manusia menjadi berubah, sumrengah. Semua pihak hendaknya berusaha untuk mencari solusi. Mendapatkan aliran air untuk menyiram pertanian, dan kebutuhan lainnya.

 

 


Salah satu upaya pemerintah mengatasi kekeringan ini, REPUBLIKA.CO.ID,(31/7) melaporkan, Sebagai langkah cepat menanggulangi bencana kekeringan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa pemerintah telah menyebar ribuan pompa air ke sejumlah wilayah yang membutuhkan air.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk membangun ratusan embung. Dia mengatakan, pembangunan embung itu akan dilakukan di daerah-daerah endemik kekeringan yang tersebar di seluruh Indonesia."Kita tahu daerah endemis kekeringan itu kurang lebih 200 ribu hektare," ucapnya (23/7).

Bagi umat Islam, ada senjata ampuh untuk mengatasi problema kekeringan. Ialah shalat Istisqa’. Istisqa’ secara bahasa adalah meminta turun hujan. Secara istilah, meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dengan cara tertentu, ketika dibutuhkan hamba-Nya.

Hukum shalat Istisqa’ adalah sunnah muakkadah bagi yang terkena musibah kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Dan dianjurkan bagi kaum muslimin lainnya yang masih mendapatkan air, sebagai bentuk ukhuwah dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اِسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا(10)يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا(11)وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا(12(

Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, –sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh: 10-12)

Rasulullah SAW bersabda, artinya:   
                                          
Ibnu Abbas Ra berkata: Nabi Saw keluar dengan rendah diri, berpakaian sederhana, khusyu’, tenang, berdoa kepada Allah, lalu beliau shalat dua rakaat seperti pada shalat hari raya, beliau tidak berkhutbah seperti pada shalat hari raya, beliau tidak berkhutbah seperti khutbahmu ini. (HR. Imam Lima dan dinilai shahih oleh Tirmidzi, Abu Awanah, dan Ibnu Hibban).

DalamHadis lain disebutkan,Dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa ada seorang lelaki pada hari Jum’at masuk dari pintu menuju mimbar. Sedang Rasulullah SAW berkhutbah. Dia menemui Rasul SAW sambil berdiri dan berkata: wahai Rasulullah SAW telah musnah binatang ternak dan sumber mata air sudah tidak mengalir. Mohonlah pada Allah agar menurunkan air untuk kami. Berkata Anas: Maka Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan ke langit dan berdoa: Ya Allah turunkan bagi kami hujan 3x. Berkata Anas RA Demi Allah pada saat kami tidak melihat di langit mendung, gumpalan awan atau apapun. Dan sebelumnya di antara rumah kami dan gunung tidak ada penghalang untuk melihatnya”. Berkata Anas RA, “Maka muncullah di belakangnya mendung seperti lingkaran. Dan ketika sampai di tengah, menyebar dan turunlah hujan.” Anas RA berkata: “Maka kami tidak melihat matahari selama enam hari”. Kemudian muncul lagi lelaki tersebut dari arah pintu yang sama pada Jum’at sesudahnya dan Rasul SAW sedang khutbah. Dia menghadap Rasul Saw sambil berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah SAW harta-harta hancur dan sungai-sungai penuh, berdoalah kepada Allah agar menghentikannya. Maka Rasulullah Saw mengangkat tangan dan  berdoa: Ya Allah berilah hujan sekeliling kami bukan  adzab bagi kami, jatuh pada tanah, gunung-gunung, pegunungan, bukit-bukit, danau- danau dan tempat tumbuh pepohonan” (HR. Bukhari)

Macam-Macam Istisqa’ 

Istisqa’ memiliki tiga macam, yaitu:
  1. Istisqa’ yang paling ringan, yaitu doa tanpa shalat dan tidak juga khutbah setelah shalat di masjid atau selain masjid, sendiri atau jamaah. Dan sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang shalih.
  2. Istisqa’ pertengahan, yaitu doa setelah shalat Jum’at atau shalat lainnya, ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain.
  3. Istisqa’yang paling utama adalah Istisqa’ dengan di dahului shalat dua rakaat dan dua khutbah. Dilakukan oleh muslim, baik musafir atau muqim, penduduk kampung atau kota.
Waktu Istisqa’

Jika hanya doa, maka dapat dilakukan kapan saja, dan lebih baik jika dilakukan saat khutbah Jum’at. Jika doa dan shalat maka dapat dilakukan kapan saja, tetapi jangan dilakukan pada waktu yang dimakruhkan shalat. Waktu yang utama adalah pada waktu Dhuha sampai Zhuhur sebagaimana shalat Id.

Tempat Shalat Istisqa’

Shalat Istisqa’  dapat dilakukan di masjid atau di luar masjid

Adab sebelum shalat Istisqa’
  1. Memperbanyak  istighfar dan taubat di hari-hari sebelumnya
  2. Menghindari perbuatan zhalim dan mengembalikan hak-hak orang yang terzhalimi
  3. Didahului dengan berpuasa tiga hari
  4. Hari pelaksanaan dianjurkan puasa.
  5. Memperbanyak sedekah.
  6. Sebelum pelaksanaan, disunnahkan melakukan thaharah seperti, mandi, bersiwak, menjauhkan perhiasan dan wangi-wangian, memakai baju yang sederhana.
  7. Berangkat ke tempat dalam keadaan tawadhu, khusyu’, berharap pada Allah.
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqa’
  1. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat ‘Id.Rakaat pertama takbir tujuh kali dan kedua lima kali. Ibnu Abbas berkata:” lakukan pada Istisqa’ seperti pada waktu ‘Id”.
  2. Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-A’la dan rakaat kedua surat Al-Ghasiyah
  3. Setelah shalat, diteruskan dengan khutbah dua kali.
  4. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.
  5. Dianjurkan doa Istisqa’ dibacakan oleh Ahli Bait dan orang shalih.
  6. Bertawasul dengan amal shalih.
  7. Khusus untuk kaum lelaki disunnahkan memindahkan dan membalikkan selendang atau serbannya.
  8. Dianjurkan imam keluar bersama masyarakat.
  9. Dianjurkan membawa binatang ternak.
Doa Istisqa’ :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ
اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا, اللَّهُمَّ اسْقِناَ غَيْثاً مُغِيْثاً هَنِيْئاً مَرِيْئاً غَدَقاً مُجَلِّلاً  سَحّاً عَامّاً طَبَقاً دَائِماً؛ اللَّهُمَّ عَلَى الظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ، وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ؛ اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفّاراً، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً؛ اللَّهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ القَانِطِيْنَ. اَللَّهُمَّ إنَّ بِالْعِبَادِ وَالبِلاَدِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْلأَوَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُوْهُ إِلَّا إِلَيْكَ.  اَللَّهُمَّ أنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأدِرَّ لَناَ الضَّرْعَ، وَاسْقِناَ مِنْ بَرَكاَتِ السَّمَاءِ، وأنْبِتْ لَناَ مِنْ بَرَكاَتِ اْلأَرْضِ؛ اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالجُوعَ والعُرْيَ، واكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلاَءِ ماَ لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ.
اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَانصُرْناَ عَلَى اْلأَعْدَاءِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ أَمَرْتَناَ بِدُعاَئِكَ وَوَعَدْتَناَ إِجاَبَتَكَ، وَقَدْ دَعَوْناَكَ كَماَ أَمَرْتَنَا فَأَجَبْناَ كَماَ وَعَدْتَناَ، اَللَّهُمَّ اَمْنِنْ عَلَيْناَ بِمَغْفِرَةٍ مَا قاَرِفْناَ،  وَإِجاَبَتِكَ فِي سِقياَناَ، وَسِعَةْ رِزْقِناَ.

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Yang Merajai hari pembalasan, tidak ada Tuhan selain Allah.Yang melakukan apa yang Ia kehendaki.Ya Allah Engkaulah Allah tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau Mahakaya dan kami orang-orang fakir, turunkanlah pada kami hujan, dan jadikan apa yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal hingga suatu batas yang lama.

Ya Allah, turunkan bagi kami hujan 3x, Ya Allah, turunkan bagi kami hujan   yang menyuburkan, menyejahterakan, bermanfaat, mengalir dari atas ke bawah merata, dan terus-menerus kebaikannya bagi negeri dan penghuninya. Ya Allah pada pegunungan, sawah ladang dan danau-danau. Ya Allah kami beristighfar kepada-Mu, sesungguhnya Engkau penerima ampun, turunkan kepada hujan dari langit yang terus menerus memberikan kebaikan. Ya Allah turunkanlah hujan dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. Ya Allah negeri dan penduduknya mengalami kesulitan, kesengsaraan, kesempitan dan kami tidak mengadu kecuali kepada-Mu. Ya Allah tumbuhkanlah bagi kami tanaman, suburkanlah susu-sus ternak kami, turunkanlah hujan dari keberkahan langit dan tumbuhkanlah tanaman dari keberkahan bumi. Ya Allah angkatlah dari kami kesusahan, kelaparan, dan terbukanya aurat, singkapkan dari kami musibah dan tidak ada yang dapat menyingkapkannya kecuali Engkau

Ya Allah turunkanlah hujan dan tolonglah kami atas musuh. Ya Allah Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa, dan berjanji untuk mengabulkan. Dan kami telah berdoa sebagaimana engkau perintahkan, maka kabulkanlah sebagaimana Engkau telah janjikan. Ya Allah berikanlah anugerah ampunan-Mu atas kesalahan kami, dan kabulkan hujan untuk kami dan kelapangan rezeki.

Doa Ketika Hujan Telah Turun

اللّهُمَّ اجْعَلهُ صَيِّباً هَنِيئاً ناَفِعاً. اَللَّهُمَّ حَوَالَيْناَ وَلاَ عَلَيْناَ.وَيَقُوْلُوْنَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Ya Allah jadikan hujan yang menyejahterakan dan bermanfaat. Ya Allah turunkan di sekeliling kami bukan adzab bagi kami. Dan jamaah mengucapkan:” Hujan turun dengan karunia dan rahmat Allah.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. والحمد لله ربالعلمين.


Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]