GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Senin, 28 Januari 2013

Sumbar Siap Laksanakan Kurikukum 2013

WAMENDIKBUD ROADSHOW KE LIMA DAERAH

 

 

PADANG, HALUAN—Wakil Menteri Pen­didikan dan Kebu­dayaan (Wamen­dik­bud) Bidang Pendi­dikan Musliar Kasim turun  ke lima daerah di Sumatera Barat menyo­sialisasikan Kurikulum 2013, Sabtu (26/1). Kelima daerah yang dikunjungi Wamen­dikbud adalah Sawahlunto, Tanah Datar, Payakumbuh, Padang Panjang dan Kota Padang.

Kegiatan roadshow yang diawali di Kota Sawahlunto membuat Musliar Kasim ter­kagum-kagum, karena ratusan guru, yang terdiri dari guru sekolah dasar hingga sekolah menengah, yang mengikuti  men­dukung penuh kurikulum 2013 tersebut. 

Selain itu, kegembiraan putra Tanah Datar itu, bertambah ketika belum mulai melakukan sosialisasi,  Walikota Sawah­lunto, dan Ketua DPRD Kota Sawahlunto, sangat setuju dengan kurikulum 2013 tersebut, dan daerahnya siap dijadikan proyek percontohan dalam penerapan Kurikulum 2013 tersebut.

Walau kepala daerahnya suah setuju, Musliar masih tetap menjelaskan apa itu kurikulum 2013 itu  di hadapan ratusan guru yang hadir.

“Sebelum diterapkan, terlebih dahulu kita akan menyosia­lisasikan kurikulum 2013 kepa­da tenaga pengajar yang ada di Indonesia, termasuk di Sumbar ini,” kata Mantan Rektor Uni­versitas Andalas itu.

Dia mengatakan kurikulum 2013 merupakan penyederha­naan kurikulum sebelumnya, dan kurikulum  2004 yang akan diterapkan sekitar 30 persen pada 2013 itu.”Sebelum diterapkan, kita terlebih dahulu melakukan pelatihan kepada guru yang akan mengajarkan kurikulum tersebut kepada anak didik,” katanya.

Dia juga  menjelaskan kuriku­lum 2013 sebelumnya juga sudah ada pada RencanaPembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) .Dengan adanya peru­bahan kurikulum di dunia pendi­dikan, juga akan  mengubah pola pikir anak dalam menimba ilmu pengetahuan.”Kurikulum 2013 ini akan mendidik anak lebih kreatif dan tidak terlalu menitik­berat­kan pada aspek kognitif,” kata dia.

Dia menyebutkan kurikulum sebelumnya anak didik sudah seperti tukang pikul yang mem­bawa buku terlalu banyak setiap harinya karena terlalu banyak mata pelajarannya.

“Pada kurikulum 2013 mata pelajaran akan disederhanakan, sehingga muridnya membawa dua buku dan tidak lagi memba­wa banyak buku ke sekolah setiap harinya,” kata dia.

Kurikulum 2013, kata dia, juga tidak akan membuat guru menjadi sibukdengan merancang silabus dan pola pembelajaran, sehingga efektivitas pembelajaran lebih maksimal.

Menengar pemaparan musliar kasim tersebut, ratusan guru yang hadir mulai ari guru sekolah dasra hingga menegah itu, sangat setuju dan mendukung program pemerintah untuk menjalani kuri kulum 2013 tersebut.

Di Sawahlunto,Musliar hanya tiga jam dan kembali melan­jutkan perjalananya ke Batu­sangkar. Di kantor Bupati Tanah Datar, ternyata ratusan guru sudah menunggu Wakil Menteri Pendiikan itu, di aula kantor bupati tersebut. Mereka ingin tahu dan ingin mendengarkan penjelasan apa itu kurikulum 2013.

Musliar pun langsung mema­parkan kepada ratusan guru didampigi Bupati Tanah Datar, M Shadiq Pasadigoe, bersama wakil bupati Hendri Arnis.

Mendengar penjelasan itu, Bupati Tanah datar langsung mengambil alih pembicaraan dan mengatakan, Dinas Pendidikan KabupatenTanah Datar siap mengawali penerapan kurikulum 2013 di wilayah tersebut.

Shadiq  mengatakan, dalam rangka mengawali penerapan itu, pihaknya akan melakukan pendi­dikan dan pelatihan (diklat) bagi guru di Tanah Datar.

“Jumlah total guru swasta dan negeri di Tanah Datar mencapai 2 ribuan, dan akan saya agendakan mulai menggelar diklat tentang kurikulum baru itu, “kata Shadiq,

Dikatakannya, Kabupaten Tanah  Datar optimis bisa menerapkan kurikulum baru, dan melaksanakan secara bertahap dengan diawali kelas 1 hingga 4 SD, kemudian disusul kelas 7 hingga 10 SMA.

Sebab, diakui Shadiq, penera­pan kurikulum 2013 tidak sesulit kurikulum sebelumnya, karena guru dan murid akan mendapat­kan pelatihan, dan nantinya akan juga diberi buku panduan secara gratis dari pemerintah pusat.

“Kalau kurikulum sebelumnya, guru diwajibkan membuat sila­bus, namun untuk yang baru hanya tinggal menerapkan saja, tanpa merancang silabus dan pola pembelajaran, sehingga efektivitas pembelajaran lebih maksimal,” katanya.

Wamendikbud Musliar kasim, dalam sosialisasinya kepada ratusan guru di Kabupaten Tanah Datar itu, menegaskan, pember­lakukan Kurikulum 2013 akan dilakukan secara penuh di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2014, dan pada tahun 2013 hanya ditargetkan 30 persen.

Meski demikian, tidak menu­tup kemungkinan apabila ada daerah yang bisa menerapkan secara 100 persen pada tahun 2013, maka pihaknya siap men­du­kung secara penuh.

“Saya yakin Sumbar  pasti bisa, sebab penerapan 30 persen itu sifatnya minimal, hal ini karena melihat faktor sumber daya manusia di sejumlah dae­rah yang terbatas. Namun pada 2014 sudah harus berlaku total dan di seluruh Indonesia,” ka­tanya.

Dalam acara sosialisasi di Tanah  Datar, setiap guru menga­ku siap melaksanakan kuriku­lum baru, karena tidak membuat guru sibuk dengan membuat silabus dan pola pembelajaran.

Seusai di Tanah Datar, Mus­liar juga melanjutkan Road­shownya ke Kota Payakumbuh yang digelar di SMK 2 Paya­kumbuh, dan ternyata, juga sudah ditunggu oleh ribuan guru dan pengawas sekolah, yang juga ikut di dampingi oleh walikota dan wakil walikotanya.

Tanpa memakan waktu lama karena Musliar, musti mengejar Roadshownya di Kota Padang panjang, ia langsung memaparkan dan menjelaskan, Apa itu Kuri­kulum 2013 itu di hadapan Guru dan pejabat daerah itu, namun alhasil semua guru dan pengawas sekolah juga mengaku sangat setuju dan senag jika kurikulum itu di berlakukan dan akan mempermudah mereka.

Selain itu,  Wali Kota Paya­kumbuh,  mengatakan kurikulum 2013 akan membantu para peserta didik berkreatifitas dan tidak terfokus padakegiatan “belajar dan belajar”.

“Kurikulum sebelumnya, para peserta didik di sekolah dasar sudahdiforsir tenaganya untuk belajar, padahal murid SD terse­but masih butuh bermain,” kata dia. Kota Payakumbuh akan menerapkan kurikulum 2013 tersebut 100 persen untuk peme­rataan pembelajaran di setiap sekolah.

Usai di Kota Payakumbuh Musliar juga kejar tayang rod­shown di Kota Panjang, dan di kota hujan itu, kurikulum 2013 tersebut juga diaspresiasi oleh pemerintahan kota, dan ratusan guru yang ikut rodshow tersebut.

Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, Musliar baru kembali ke Kota Padang.
Pada Minggu (27/1) Musliar kembali mengawali roadshownya di kampus Limau Manis, yang diikuti oleh Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi,  Rektor Uni­versitasAndalas (Unand) Werry Darta Taifur, Rektor Universitas Negeri Padang Yanuar Kiram, dan kepala LPMP Provinsi Sumbar Jamaris Jamna.  dan kepala SKPD serta undangan lainnya.

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]