GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Selasa, 04 Desember 2012

Justru Guru Harus Menyesuaikan Diri


(Video Ilustrasi, sumber : http://smarttech.com/)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dalam perubahan kurikulum yang tengah dilakukan saat ini, ada tiga elemen penting dalam pengembangannya, yaitu peserta didik, guru, dan buku pegangan untuk siswa dan guru. Namun, yang selalu difokuskan saat ini adalah masalah kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum baru ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, yang terpenting sebenarnya adalah kesiapan psikologis peserta didik dalam menjalankan kurikulum ini. Namun, kesiapan peserta didik tidak akan ada artinya jika guru yang mengaplikasikan kurikulum baru ini tidak paham dengan baik mengenai konsepnya.

"Seperti mobil saja, guru ini seperti sopir. Kalau tidak siap dan terlatih, ya nabrak, tetapi kalau terlatih, mau mobilnya seperti apa, jalannya pasti akan lancar dan sampai tujuan," kata Nuh saat Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

 

Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan pelatihan bagi para guru. Setelah itu, dokumen kurikulum yang sudah disempurnakan setelah uji publik ini juga akan disampaikan kepada para guru agar dapat memahami konsep dan tujuan dari revisi kurikulum ini secara baik dan benar.

Menanggapi usulan bahwa sebaiknya guru disiapkan terlebih dahulu baru dilakukan perubahan kurikulum, Nuh menjawab bahwa guru yang harus menyesuaikan pada kurikulum. Karena jika kurikulum yang menyesuaikan pada kesiapan guru, perubahan metode pembelajaran ini tidak dapat diperkirakan kapan dilakukan.

"Tidak bisa menunggu guru siap dulu baru diganti kurikulumnya. Mau tahun kapan dan menunggu berapa lama," ujar Nuh.

Penerapan kurikulum yang dijalankan secara bertahap pada 2013 nanti juga disebabkan alasan tenaga pendidik yang jumlahnya masih kurang. Selain itu, persiapan yang diselenggarakan juga tidak dapat menjangkau semua guru sehingga dipilih untuk melakukan pelaksanaan kurikulum ini secara bertahap.

"Ini pertimbangan juga kenapa tidak seluruh kelas dijalankan. Jadi, tahun depan kelas I, IV, VII, dan X. Tahun 2014, baru ditambah II, V, VIII, dan XI. Untuk 2015, baru keseluruhannya," tandasnya.

-->

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]