GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Selasa, 13 November 2012

Gubernur Sumbar Raih Penghargaan Kihajar


BERHASIL KEMBANGKAN TIK
 
JAKARTA, HALUAN — Setelah dilakukan roadshow di 33 provinsi yang ada di Indonesia, enam gubernur dan delapan walikota atau bupati yang berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sarana edukasi berhak atas Anugerah Kihajar (Kita Harus Belajar) 2012. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjadi salah satu penerima penghargaan bergengsi ini.

Beberapa poin yang menjadi indikator penilaian adalah pening­katan kompetensi Teknologi Infor­masi Komputer (TIK) bagi guru SMP, SMA dan SMK, pengem­bangan konten pembelajaran berba­sis TIK  bagi PTK, pembuatan konten pembelajaran berbasis TIK, pendayagunaan ICT zona kantor, pemanfaatan situs internet, Da­podik berbais web dan Gebyar Sumbar Expo bidang Pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, me­ngatakan bahwa para gubernur, walikota dan bupati yang menerima penghargaan Anugerah Kihajar ini dinilai berhasil mendayagunakan TIK dalam dunia pendidikan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

 

“Selamat bagi para gubernur, walikota dan bupati yang mem­peroleh penghargaan. Anugerah ini juga bertujuan untuk memicu daerah lain untuk mengembangkan TIK dalam dunia pendidikan,” kata Musliar saat Malam Anugerah KiHajar 2012 di Plaza Insan Ber­prestasi Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Sebelumnya Gubernur juga telah menerima penghargaan dari Kementerian Kehutanan, dan Kementerian ESDM.

“Dengan adanya TIK dalam bidang pendidikan ini, proses pembelajaran akan lebih mudah. Untuk itu kita memberikan apre­siasi kepada Gubernur dan Bupati/kota yang telah memulai peng­aplikasian TIK di duniapendidikan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan, Musliar Kasim saat memberikan kata sambutan.

Arti penting TIK dalam dunia pendidikan, Musliar Kasim menga­takan dengan adanya perkem­bangan teknologi tersebut, maka sekolah diberbagai wilayah dapat menyaksikan proses pembela­jaran secara serentak. Saat ini akan TIK telah terhubung ke 120.000 sekolah, dan dimasa yang akan datang terus dikembangkan.

Di hadapan ratusan orang yang memenuhi aula Kemendikbud, mantan Rektor Unand tersebut langsung mempraktikkan dengan memberikan pelajaran tentang TIK dan pengaruhnya terhadap pemba­ngunan karakter. Kelas maya tersebut dapat disaksikan dibeb­­e­rapa sekolah yang telah terhubung TIK.

“Kita ingin dengan proses pem­belajaran menggunakan TIK, sluruh negeri ini dapat menikmati pen­didikan dan teknologi, semoga kita semakin maju,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Musliar Kasim juga mencoba berinteraksi dengan guru dan pelajar yang ada di Bali dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno mengatakan, ini wujud dari perhatian Peme­rintah Sumbar terhadap perkem­bangan dan kemajuan dunia pendi­dikan di Sumbar. Untuk itu ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kemajuan TIK dalam bidang pen­didikan di Sumbar.

“Kita akan terus berusaha memajukan dunia pendidikan yang terkoneksi TIK. Apa yang telah kita lakukan akan terus ditingkatkan, bagi sekolah yang masih kurang akan terus dibenahi dimasa yang akan datang,” ujar Gubernur disela-sela penyerahan penghargaan. Program yang telah diluncurkan 2 tahun yang lewat ini, dinilai Irwan telah memberikan dampak positif terhadap kemajuan teknologi infor­masi didunia pendidikan di Sumbar. Untuk itu lanjutnya, inovasi-inovasi terus dilakukan demi kemajuan dunia pendidikan seperti pem­buatan layanan edukasi didu­nia maya dan pengembangan teknologi pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut juga akan meresmikan Kelas Maya Portal Rumah Belajar. Kelas Maya me­rupakan dukungan bagi proses pembelajaran yang lebih terin­tegrasi, baik dari sisi konten maupun proses interaksi antara guru dan murid. “Kita tahu proses belajar mengajar bergantung dari peran guru. Karena terbatasnya jumlah guru maka guru bisa mengadakan kelas maya, dimana murid bisa memilih guru dari mana saja. Dan guru juga bisa mengajar murid dari semua pelosok Indonesia,” jelas Kepala Pustekkom Kemendibud, Ari Santoso.

Adapun enam gubernur yang meraih penghargaan ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X (Pro­vinsi DIY), Zaini Abdullah (Provinsi NAD), Irwan Prayitno (Provinsi Sumatera Barat) Hasan Basri Agus (Provinsi Jambi), Rudi Arifin (Provinsi Kalimantan Selatan) dan Muhaimin Sani (Provinsi Kepulauan Riau).

Sementara delapan walikota dan bupati yang juga memperoleh penghargaan serupa adalah Ma­wardi Nurdin (Walikota Banda Aceh), Haryadi Suyuti (Walikota Yogyakarta), Sutarmadji (Walikota Pontianak), Irhami Ridjani (Bupati Kota Baru, Kalimantan Selatan), Yusuf Wally (Bupati Keerom, Pa­pua), Ibrahim Rewa (Bupati Takalar, Sulawesi Selatan) dan H. Ahmad (Bupati Rokan Hulu, Riau).

Dalam kesempatan ini, dila­kukan juga penyerahan hadiah pada para pemenang lomba yakni lomba video edukasi, mobile edukasi., pembelajaran multimedia, dan kuis Kihajar yang telah dilakukan sejak September hingga Oktober saat roadshow di 33 provinsi. Para pemenang ini berhak atas uang jutaan rupiah dan piagam peng­hargaan.

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]