GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Jumat, 02 Maret 2012

Bantuan Dana Usaha untuk Lulusan SMK

Guru SMK Brawijaya Kota Mojokerto




Permasalahan dasar yang dialami bangsa ini adalah semakin bertambahnya jumlah pengangguran di setiap tahunnya. Peningkatan jumlah ini terjadi karena tidak berimbangnya jumlah lapangan pekerjaan dengan jumlah pencari pekerjaan. Setiap tahunnya, anak-anak lulus dari proses pendidikan dan terjun ke masyarakat sebagai tenaga kerja. Mereka memasuki pintu masyarakat dengan berbagai kondisi diri.

Walaupun, proses pendidikan yang diselenggarakan pada dasarnya bukan untuk mencari pekerjaan, tetapi kenyataannya berbeda. Anak-anak yang telah lulus dari satuan pendidikan, lanjut ternyata sedikit sekali yang melanjutkan pendidikan. Mereka langsung bergerak dan memasuki dunia kerja. Hal ini sungguh tidak sesuai dengan konsep dasar pendidikan. Setiap satuan pendidikan sudah diarahkan pada tujuan masing-masing. Tetapi yang terjadi sungguh berbeda. Akibatnya, setiap tahun masyarakat harus menerima lulusan sekolah, bahkan perguruan tinggi ke pangkuannya.

Dan, jika kita perhatikan kondisi yang terjadi di masyarakat, maka kita mengetahui bahwa anak-anak yang baru lulus dari satuan pendidikan menengah atas, belum mampu survive dalam kehidupan. Mereka masih kalah bersaing dengan yang lainnya. Seringkali perusahaan kecewa sebab mereka tidak mempunyai kemampuan untuk bekerja. Tetapi, jika anak tersebut lulusan dari sekolah kejuruan, kondisinya berbeda. Anak lulusan sekolah kejuruan lebih siap bekerja sebab mereka mempunyai bekal keterampilan aplikatif dari proses pembelajarannya. Tetapi, permasalahannya adalah anak lulusan belum dapat berperan langsung sebab masalah dana yang tidak ada.

Salah satu kondisi yang diharapkan dapat dicapai adalah anak didik dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya. Tetapi kondisi tersebut sulit dicapai sebab untuk menciptakan lapangan kerja,mereka membutuhkan dana ekstra besar. Untuk hal tersebut, maka perlu adanya program yang dapat mendukung anak-anak untuk menciptakan lapangan kerja. Program yang kita maksudkan adalah program dana bergulir sebagaimana program PNPM atau program PUEM. Sekolah atau pemerintah secara intensif memberikan bantuan dana untuk anak lulusan. Dana bantuan ini bersifat bergulir, artinya dana tersebut secara berantai akan diberikan kepada anak didik. Dengan program ini, maka anak lulusan dapat mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimilikinya.      

a.      Konsep Dasar Pendidikan Kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan salah satu satuan pendidikan yang diselenggarakan untuk memberikan bekal keterampilan kepada anak didik. Satuan pendidikan ini diselenggarakan sebagai bentuk persiapan bagi anak didik untuk menghadapi kehidupan. Pada proses pendidikan kejuruan, materi pendidikan ditekankan pada bagaimana anak didik dapat survive dalam hidupnya.
 
Jika kita pelajari materi pembelajaran yang diberikan di pendidikan kejuruan, maka kita mendapati bahwa materi pembelajaran produktif (kejuruan) lebih banyak dibandingkan materi adaptif dan normatif. Hal ini merupakan upaya memberikan keterampilan aplikatif bagi anak didik. Keterampilan aplikatif tersebut sesuai dengan kompetensi keahlian yang mereka pelajari. Dengan cara seperti ini, maka peningkatan aspek psikomotorik pada anak dapat maksimal.
 
Dan, untuk lebih memaksimalkan proses, maka pendidikan kejuruan membuka link dengan masyarakat industri. Link dengan masyarakat industri ini diarahkan untuk memperkenalkan lingkungan industri kepada anak didik. Pengenalan ini tidak sekedar agar anak didik mengetahui, melainkan ditekankan pada kondisi agar anak didik siap berada pada lingkungan kerja. Pada tahap tertentu, anak-anak kejuruan harus berada di dunia usaha dan dunia industri untuk melakukan praktek kerja industri (prakerin). Dengan prakerin, maka anak didik terbiasa dalam lingkungan kerja dan menerapkan hasil pembelajaran. 
 
Konsep dasar pendidikan kejuruan adalah mempersiapkan anak didik untuk memasuki dunia kerja. Hal ini sesuai dengan tujuan utama pendidikan kejuruan. Dengan adanya pendidikan kejuruan, maka setidaknya lulusan selain sebagai pencari kerja juga pencipta kerja. Dan, hal terpenting adalah terkuranginya jumlah pengangguran di masyarakat. Anak-anak lulusan sekolah kejuruan lebih survive sebab keterampilan yang mereka miliki merupakan bekal konkrit dalam hidup. Bahkan, tidak jarang lulusan pendidikan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain.
 
b.     Konsentrasi pada Muatan Lokal
 
Untuk lebih mengefektifkan peranan pendidikan kejuruan pada masyarakat, maka materi pembelajaran yang diberikan diberikan muatan lokal. Materi muatan lokal merupakan materi yang diberikan kepada anak didik sesuai dengan potensi yang dimiliki lingkungannya. Muatan lokal merupakan kekuatan lokal yang dimiliki suatu daerah. Dengan demikian, maka anak didik memahami sumber potensi yang ada di daerahnya dan mempunyai keterampilan terkait dengan potensi tersebut.
 
Pendidikan kejuruan selain menggarap materi kejuruan secara umum, juga menggarap aspek kekuatan daerah. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan anak didik yang mampu menggarap potensi daerah secara maksimal. Dengan demikian, maka daerah mempunyai tenaga kerja yang mampu meningkatkan potensi daerahnya. Pada sisi lainnya, perusahaan yang ada di daerah tidak kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan.
 
Seperti kita ketahui, setiap wilayah negara kita mempunyai potensi daerah yang sangat menjanjikan untuk peningkatan kualitas hidup. Potensi daerah ini akan sia-sia jika tidak digarap secara maksimal. Apalagi jika potensi tersebut digarap oleh orang lain, bukan putra daerah. Hal tersebut tentu sangat merugikan daerah tersebut. Oleh karena itulah, muatan lokal yang diberikan pada proses pembelajaran di pendidikan kejuruan diarahkan untuk mengangkat potensi daerah yang ada.
 
Pendidikan kejuruan dikonsentrasikan pada penggarapan muatan lokal yang ada. Mereka akan menjadi tenaga lokal yang profesional. Tenaga lokal yang mempunyai tingkat kemampuan internasional. Kita tidak membutuhkan tenaga dari negara, bahkan daerah lain untuk menggarap potensi lokal. Dengan demikian, masyarakat lokal mendapatkan lahan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Muatan lokal dalam proses pendidikan merupakan langkah nyata untuk mengembangkan proses pendidikan berbasis potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan internasional.
 
c.     Output, Tenaga Siap Kerja
 
Pendidikan kejuruan berusaha membimbing anak didik untuk menguasai aspek keterampilan aplikatif. Keterampilan aplikatif ini merupakan keterampilan yan dapat diterapkan dalam kehidupan. Dengan keterampilan aplikatif ini, maka anak didik dapat secara langsung berperan dalam kehidupan. Mereka tidak kesulitan ketika harus harus bekerja sebab sudah mempunyai bekal. Keterampilan ini sudah setingkat dengan keterampilan pekerja di lapangan.
 
Output pendidikan kejuruan memang diarahkan untuk bekerja. Mereka digembleng untuk menguasai keterampilan secara tuntas. Bahakn, secara langsung anak didik sudah dikondisikan untuk mengerjakan berbagai keterampilan terkait kompetensi keahliannya. Setiap saat, anak dilatih untuk mengerjakan pekerjaan di bengkel sekolah. Bahkan, beberapa sekolah membuat program Unit produksi dan jasa (UPJ) yang merupakan unit usaha milik sekolah untuk pengembangan proses pendidikan di sekolah. Selain itu, UPJ yang dibentuk sekolah merupakan unit kerja yang menempatkan anak didik sebagai pelaku kegiatan. Anak didiklah yang secara aktif mengerjakan semua pekerjaan. Dengan demikian, maka keterampilan yang dimiliki anak didik meningkat secara signifikan. Disamping itu, secara tidak langsung telah membuat network dengan masyarakat. Pada saat mereka lulus, maka network tersebut merupakan pangsa pasar bagi pekerjaan anak didik.
 
Oleh karena itulah, maka kita dapat mengatakan bahwa pendidikan kejuruan memungkinkan lulusannya, outputnya sebagai tenaga kerja siap pakai. Anak-anak yang sudah menyelesaikan masa pendidikan kejuruan mempunyai kemampuan untuk bekerja. Mereka dapat langsung bekerja, baik sebagai pencari kerja maupun mencipta kerja. Mereka tidak menambah jumlah penganggur, bahkan dapat mengurangi jumlah penganggur jika berhasil menjadi pencipta kerja. Tetapi, untuk menjadi pencipta kerja, dibutuhkan dukungan dana yang cukup sehingga mereka dapat mengaktualisasi keterampilannya.
 
d.     Bentuk Kepedulian pada Lulusan
 
Untuk mendukung usaha agar anak didik tidak menambah jumlah pengangguran setelah lulus sekolah, maka seharusnya ada program bantuan biaya usaha. Selama ini yang menjadi kendala bagi lulusan SMK adalah dana untuk mewujudkan keinginan untuk melakukan kegiatan usaha. Mereka tidak mungkin dapat membiayai kebutuhan dana kerja, misalnya mendirikan bengkel, membuka toko dan sebagainya. Mereka tidak mampu untuk kebutuhan tersebut. Akhirnya, mereka yang seharusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan, terpaksa harus mencari pekerjan.
 
Sementara kita mengetahui bahwa lulusan SMK adalah kelompok manusia dengan tingkat kompetensi yang cukup bagus. Mereka sudah dilatih untuk bekerja, maka bagaimana-pun mereka seharusnya mampu bekerja. Untuk kondisi tersebut, seharusnya ada perhatian khusus dari pihak terkait agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan keahliannya. Perhatian khusus yang diharapkan adalah adanya bantuan dana kegiatan kerja bagi para lulusan. Seharusnya, anak-anak mendapatkan bantuan biaya untuk menerapkan keahlian yang dimilikinya. Dana bantuan ini merupakan pinjaman lunak yang diterapkan secara bergulir. Artinya, anak-anak diberikan bantuan untuk bekerja.
 
Kita memang sudah seharusnya tidak melepaskan anak didik begitu saja. Kita harus melakukan proses pendampingan pada anak didik untuk memasuki dunia kerja. Setidaknya, kita membuat program pendampingan usaha untuk anak didik. Misalnya, kita dapat menjadikan mereka sebagai tenag akerja di unit usaha atau menjadikan mereka sebagai sub pengerja pekerjaan yang ada. Dan, untuk membiayai kegiatan tersebut, maka kita gelontorkan bantuan dana bergulir untuk mereka. Jika program ini terealisasi, maka yakinlah bahwa jumlah pengangguran di negeri ini dapat berkurang secara signifikan. Dan, secara bertahap, anak-anak lain juga dapat terangkat dari alaokasi dana bergulir yang ada.
 
Pada awalanya, kita perlu menerapkan skla prioritas untuk penerima dana bergulir ini. Skala prioritas yang kita terapkan dapat didasarkan pada ranking kemampuan keterampilan dan ranking secara umum yang dimiliki anak didik. Dengan cara seperti ini, maka anak didik dapat tersemangati untuk meningkatkan keterampilan dirinya. Semakin lama, semakin banyak anak yang terampil dalam bidang keahliannya. Dan, di akhir masa pendidikannya, mereka sudah mempunyai lapangan kerja untuk diri mereka masing-masing. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelanjutan hidup anak didik. Akhirnya, sekolah bukan lagi sekedar untk mendapatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, tetapi lebih dari itu, sekolah merupakan wahana untuk penyeleksian anak untuk bekerja pada bidangnya. Sekolah menjadi pintu gerbang lapangan kerja bagi anak-anak, terutama anak-anak yang berprestasi.
 
e.     Membangkitkan Semangat Usaha 
 
Semangat usaha merupakan permasalahan lain yang dihadapi bangsa ini. Mindset bahwa bekerja berarti melakukan kegiatan yang sudah ada. Hal ini menyebabkan anak-anak selalu berharap untuk mendapatkan pekerjan dar orang lain. Mereka selalu mencari pekerjaan setelah menyelesaikan masa pendidikan. Daya inisiatif mereka begitu rendah sehingga barisan pengangguran semakin panjang sebab lapangan kerja yang terbatas.
 
Jika hal ini dibiarkan, maka pada akhirnya negeri kita akan penuh dnegan para pengangguran. Oleh karena itu, kita harus membangkitkan semangat usaha di hati anak-anak. Semangat usaha inilah yang kita harapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu upaya meminimalisir jumlah pengangguran. Anak-anak yang mempunyai potensi tinggi harus dipicu agar tidka menjadi generasi pencari kerja, melainkan generasi pencipta kerja.
 
Hal ini merupakan sesuatu yang selama ini belum terjangkau dalam program pendidikan kita. program pendidikan yang selama ini hanya memfasilitasi pendidikan, kadang pelatihan bagi anak didik. Tetapi, setelah anak didik menyelesdaikan program pendidikan, maka mereka dilepaskan begitu saja. Anak-anak harus berusaha untuk menghadapi kehidupan dengan kemampuan yang mereka miliki. Akhirnya, mereka tidka berbeda dengan burung piaraan yang dilepaskan begitu saja. Kita dapat membayangkan apa yang dapat dilakukan oleh burung yang terbiasa dipelihara dan harus menjalani kehidupan di luar sangkar!
 
Kita memang harus membangkitkan semangat usaha di hati anak didik, sejak mereka masih mengikuti proses pendidikan di sekolah. Kita harus mendampingi anak didik secara tuntas. Pendampingan secara tuntas ini, termasuk mendampingi anak didik dalam meniti pekerjaan. Kita harus dapat menjangkau kondisi tersebut jika kita berharap kualitas hidup masyarakat meningkat. Anak-anak adalah sumber potensi hidup bangsa kita. mereka adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa ini.
 
f.       Mengantisipasi Pengangguran Terdidik
 
Program dana bergulir untuk lulusan SMK yang dimaksudkan dalam hal ini merupakan satu program untuk memfasilitasi kebutuhan anak didik pasca proses pendidikan. Hal ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sekolah kepada anak didik. Sekolah tidak mungkin langsung lepas tangan setelah anak didik lulus. Selama ini, sekolah telah mengabaikan tanggungjawab tersebut. Padahal perhatian pasca produk dipasarkan merupakan pendampingan melakat atas produk kita.
 
Khususnya, pendidikan kejuruan, yang berorientasi pada mengarahkan anak didik agar termapil. Orientasi ini menunjukkan pada kita bahwa kita melatih anak didik agar mempunyai keterampilan dan dapat menerapkan dalam kehidupannya. Lantas, apa artinya semua itu jika ternyata anak didik yang lulus dibiarkan begitu saja? Anak didik harus mencari atau mencipta pekerjaan sendirian. Padahal, jika sekolah peduli, maka begitu lulus, sekolah dapat mendampingi anak didik untuk mencari atau menciptakan pekerjaan.
 
Dan, program dana bergulir merupakan progranm antisipasi atas jumlah pengangguran terdidik di negeri ini. Jika anak didik mendapatkan bantuan dana untuk menciptakan pekerjaan, maka kita telah melakukan langkah antisipasi bertambahnya jumlah pengangguran terdidik di negeri ini. Hal ini karena anak-anak mendapatkan bantuan dana bekerja. Anak-anak tidak kesulitan untuk mengembangkan keterampilannya menjadi lapangan kerjanya. Daan, akan semakin efektif jika pemberian dana diberikan pada kelompok anak didik. Berarti semakin banyak anak didik yang terfasilitasi.
 
g.     Sarana Penjejakan Alumni
 
Ketika masa pendidikan berakhir dan anak meninggalkan bangku sekolah, maka mereka lepas begitu saja. Anak-anak yang telah lulus itu lepas ikatan dengan sekolah. Mereka seperti anak burung yang meninggalkan sarang saat sudah dapat terbang. Akibatnya, mereka terbang kemanapun yang disukai. Mereka meninggalkan sarang dan tidak kembali lagi. Sarang tempat mereka tumbuh dan berkembang sudah tidak diperlukan lagi. Mereka hanya datang ke sekolah ketika membutuhkan legalisasi foto copy ijazah untuk keperluan dinas. Dan, sekolah kehilangan jejak anak didik yang telah dibimbing selama tiga tahun berturut-turut.
 
Secara administratif kondisi tersebut sangat menyulitkan bagi sekolah. Sekolah tidak dapat segera mengetahui kemana anak didik setelah lulus. Kondisi ini menyulitkan bagi sekolah untuk menentukan tingkat keterpakaian lulusan di masyarakat. Informasi ini sangat penting bagi sekolah untuk melakukan pemrograman lanjut kegiatan pembelajaran. Dan, selanjutnya kondisi tersebut dapat dijadikan sebagai informasi kekuatan dari sekolah. Ketika masyarakat mengetahui output kita, maka hal tersebut adalah nilai plus.
 
Program dana bergulir bagi lulusan SMK diharapkan dapat menjadi alat untuk mengetahui keterpakaian lulusan di masyarakat. Setidaknya jika anak-anak mendapatkan bantuan dana bergulir, maka kita langsung mengetahui berapa anak yang sudah bekerja. Dan, setiap bulan anak-anak tetap berkomunikasi dengan sekolah sebab kewajibannya untuk membuat laporan untuk kegiatan kerja yang dilakukan. Komunikasi inilah yang selalu menghubungkan sekolah dengan anak didik. 
 
Setelah periode tertentu, maka dana bergulir sudah kembali ke sekolah. Proses ini terjadi karena pada periode tertentu anak didik harus mengangsur cicilan dana bantuan, misalnya setelah tiga bulan sejak menerima bantuan. Misal anak didik harus mengembalikan dana secara angsuran selama setahun, maka cicilan pertama harus dilakukan pada bulan ketiga dan seterusnya hingga tuntas selama dua belas ke depan. Dari kegiatan inilah, sekolah dapat melakukan penjejakan terhadap lulusannya.
 
Program dana bergulir untuk lulusan SMK memang sudah saatnya dijadikan sebagai program berkelanjutan yang harus dilakukan oleh sekolah. Ini merupakan satu kewajiban sekolah dan pemerintah untuk mendampingi anak didik dalam menjalani proses pekerjaannya. Dalam hal ini, sekolah atau pemerintah memberikan fasilitas dana bagi anak didik untuk mengembangkan potensinya. Dengan cara seperti ini, maka setiap tahunnya selalu ada anak yang mendapatkan pekerjaan berdasarkan potensi dirinya.
 
Kondisi ini memang merupakan sesuatu yang selama ini belum terjangkau oleh program pendidikan yang dicanangkan pemerintah dan sekolah. Selama ini yang terjadi adalah anak-anak mengikuti proses pendidikan dan setelah selesai, maka mereka lepas dari tanggungjawab sekolah. Akibatnya, banyak anak didik yang tidak tertampung oleh dunia kerja sebab jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang ada. Dan, dana bergulir inilah yang selanjutnya memberi kesempatan mereka bekerja. 
 
Jika untuk masyarakat umum kita mengenal bantuan dalam program PNPM dan PUEM, mengapa pula dunia pendidikan tidak mendapatkannya. Justru jika dunia pendidikan mendapatkan bantuan jenis ini, maka pertambahan jumlah pengangguran dapat diantisipasi. Semoga program ini dapat menjadi program unggulan dalam dunia pendidikan kita. Selanjutnya, peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Semoga.


Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]