GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Minggu, 29 Januari 2012

Bengkel SMKN 2 Meledak

3 Siswa Luka Berat, 9 Gangguan Pendengaran

Payakumbuh, [Padang Ekspres, Kamis, 26/01/2012] - Bengkel mesin perkakas yang digunakan siswa SMKN 2 Payakumbuh untuk praktik las aseteline alias las karbit, meledak Rabu (25/1) sekitar pukul 08.45 WIB.
Ledakan yang terdengar ke sejumlah penjuru Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu, dipicu pecahnya tabung las aseteline merek Sinar type tekanan tinggi 1 kg/cM2.

Akibat pecahan tabung las aseteline tahun pembuatan 2006 dengan nomor seri 849 tersebut, sebanyak 3 siswa kelas 2 jurusan Mesin Produksi 2 menderita luka berat. Ketiga siswa itu teridentifikasi bernama Amrizal asal Padangkarambia Payakumbuh Selatan, Dedet Fernanda asal Ketinggian Sarilamak Harau, dan Benni Putra asal Gelanggang Kubugadang Payakumbuh.

Amrizal menderita luka serius pada bagian kaki dan tangannya. Sedangkan Dedet mengalami luka berat pada lengan bagian kiri. Mereka awalnya dirawat di RSUD Adnan WD Payakumbuh, tapi karena harus mengikuti bedah tulang, keduanya dirujuk ke RSUP Ahmad Muchtar Bukittinggi. Sedangkan Benni yang baru tiga bulan ditinggal mati bapaknya, menjalani operasi di RSUD Adnan WD.

Sementara 3 siswa mengikuti bedah tulang  untuk mengeluarkan besi yang bersarang di kaki maupun tangan mereka. Sebanyak 9 siswa lainnya juga  dirawat di RSUD Adnan WD karena mengalami gangguan pendengaran. Dari 9 siswa itu, 2 orang yakni  M Zaki Haris asal Pauh-Anok Pangkalan dan Bakti Maulana Putra asal Payobasuang, sudah dibolehkan pulang, Rabu sore.

Sementara, 7 orang lainnya, sampai tadi malam masih dirawat di RSUD  Adnan WD. Mereka adalah Wardi Ibrahim asal Kapalokoto Auakuniang, Suyanda Putra asal Kotobangun Kapur IX,  Yoseno Capri Ahmad asal Kinali Pasaman Barat, Ali Murdani asal Kubugadang Koto Nan  Ompek, Dio Adrian Putra asal Aiaputiah Lubuakbangku, M Afdal Sidiq asal Padang Tiaka Mudiak, dan Rio Eka  Putra asal Sariaklaweh Limapuluh Kota.

”Gendang telinga kami masih sakit, Bang. Dari pagi tadi sampai kini masih terasa mendering. Ledakan tabung las aseteline di bengkel mesin perkakas sekolah, benar-benar sangat keras. Masih untung yang meledak tidak tabung gas. Kalau tabung gas, mungkin  kami sudah tidak bisa lihat dunia lagi,” ujar ketujuh siswa tersebut kepada Padang Ekspres di ruang Teratai RSUD Adnan WD.
Para siswa menuturkan,  Rabu pagi itu mereka baru saja  mendapat teori las aseteline dari guru bernama Sabarni, 46. Satu jam setelah mendapat teori itu, siswa kelas 2 Mesin Produksi 2 yang berjumlah 28 orang  mengikuti praktek di bengkel mesin perkakas. Praktik yang merupakan bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu, dipandu guru bernama Irfan Herman, 57.

”Ya, tadi anak-anak kelas 2 MP2 memang praktek bersama saya, setelah mendapat teori dari Pak Sabarni. Sebelum praktik, kami memasukkan dulu karbit ke tabung gas aseteline. Karbit yang dimasukkan tidak sampai setengah kilogram. Setelah dimasukkan, rencananya kami langsung praktik. Entah kenapa, tabung las tiba-tiba meledak,” ujar Irfan kepada Padang Ekspres di SMKN 2, Rabu siang.

Irfan dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Edvianus, Kabid SMA/SMK Azwardi dan Kepala SMKN 2 Busrizal Djafaar, nampak trauma dengan peristiwa yang dialaminya. Kedua bola mata Irfan juga terlihat berkaca-kaca. ”Saya khawatir dengan nasib anak-anak. Dari tadi saya tidak pulang-pulang,” kata Irfan yang ikut mengalami gangguan pendengaran, akibat ledakan tabung las aseteline.

Tabung las las aseteline yang membawa petaka itu sendiri, sudah diamankan petugas gabungan dari Polsekta Payakumbuh dan Polres Payakumbuh. Tabung gas yang mendapat pengesahan GB dari DBP.N.K.K Pusat Nomor 002 RI/P.L.L/1991 itu, menurut Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun, diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sampai berita ini ditulis, polisi belum berani  menyimpulkan penyebab meledaknya tabung las aseteline di SMKN 2.  Namun sejumlah siswa korban ledakan menuturkan, sebelum tabung las meledak, tabung berwarna abu-abu itu memang berulah. ”Apinya diduga lari ke dalam, bukan ke luar,” tutur para siswa yang tergeletak di RSUD Adnan WD.

Para siswa mengatakan, sebelum ledakan, blender tabung las dipegang oleh guru mereka Irfan, sedangkan api dihidupkan oleh pelajar bernama Dio Adrian. Tapi waktu dihidupkan, api tidak muncul seperti biasa.

Pecahan tabung las aseteline yang meleduk, awalnya membentur dinding bengkel berukuran besar tersebut. Setelah membentur dinding,  kembali membalik ke arah siswa dan guru yang sedang praktek, sehingga membuat tiga orang siswa bersimbah daerah. Tidak itu saja, pecahan tabung juga merontokkan sekitar 8  lembar kaca jendela.

Bersamaan dengan itu, ratusan siswa dan guru yang kaget mendengar ledakan berhamburan ke luar kelas dan kantor. PBM pun berhenti sepanjang Kamis siang.

”Kami semua panik. Saya dan teman-teman guru, membawa para korban ke rumah sakit. Ratusan siswa juga ikut, sehingga belajar pun berhenti,” ujar Kepala SMKN 2 Busrizal Djafaar. (*)

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]