GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Jumat, 16 Oktober 2015

Sepucuk surat dari ayah dan ibu



Anakku..
Ketika aku menjadi tua, kuharap engkau mau mengerti dan sabar akan diriku.
Jika saja aku memecahkan piring, atau menumpahkan sop di meja karena penglihatanku berkurang, Kuharap janganlah marah kepadaku.
Karena orang tua begitu peka. Selalu mengasihani diri sendiri bila engkau marah.
Ketika pendengaranku berkurang dan aku tak dapat mendengar apa yang kau katakan,
Jangan panggil aku "Tuli!".
Kumohon, ucapkanlah sekali lagi atau tuliskanlah untukku.

Maafkanlah aku, nak.
Aku semakin tua.
Ketika lututku melemah, kuharap engkau dapat bersabar untuk menolongku berdiri.
Seperti bagaimana aku pernah menolongmu ketika kecil, mengajarimu berjalan.
Menderitalah bersamaku.

Ketika aku bertutur kata mengulangi hal yang sama bagaikan piringan hitam yang rusak.
Kiranya engkau masih mau mendengarkanku.
Tolong jangan menertawakan aku, atau bosan mendengarkan aku.
Ingatkah engkau di masa kecil, ketika engkau meminta balon?
Engkau mengatakan itu berkali-kali sampai engkau dapatkan apa yang kau inginkan.

Kumohon juga, maklumilah bau yang ada padaku.
Aku berbau seperti orang tua.
Jangan memaksa aku untuk mandi
Tubuhku begitu lemah.
Orang tua sangat mudah sakit bila kedinginan.
Kuharap aku tidak merepotkanmu.
Ingatkah ketika kau masih kecil?
Aku harus mengejarmu kesana kemari, karena engkau tidak mau mandi.

Mudah-mudahan kau masih mau bersabar terhadapku, ketika aku cepat tersinggung.
Karena inilah bilamana menjadi tua, kau akan mengerti kelak bila engkau mengalaminya.

Dan jika saja engkau ada waktu, kuharap kita bisa bicara...
Walau beberama menit saja.
Aku selalu sendirian sepanjang waktu, dan tidak ada yang dapat kuajak berbicara.
Aku tahu kau sibuk bekerja.
Meskipun engkau tidak tertarik dengan cerita-ceritaku, sempatkanlah waktu untukku.
Ingatkah ketika kau masih kecil?
Aku selalu mendengarkan kisah-kisah tentang boneka beruangmu.

Bila saatnya tiba...
Dan aku mulai terbaring sakit,
Aku berharap engkau mempunyai kesabaran untuk merawat aku.
MAAFKAN AKU...
Jika aku tidak sengaja membasahi tempat tidur, atau mengotori sesuatu.
Kuharap engkau tetap sabar merawatku di saat-saat terakhir kehidupanku.
Lagipula, aku tak akan bertahan lebih lama lagi.

Bila datang saatnya aku meninggal.
Aku berharap engkau memegang tanganku, dan memberiku kekuatan untuk menghadapi kematian itu.
Dan tidak perlu kuatir.
Bilamana kelak aku bertemu dengan Sang Pencipta.
Akan kubisikkan di telingaNya, agar engkau diberkati dan diridhoi.
Karena engkau begitu mencintai Ibu dan Ayahmu.

Terima kasih atas perhatianmu, nak.
Kami sayang padamu.

Dari kami,
Ibu dan Ayahmu

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]