GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Sabtu, 22 Agustus 2015

Menjaga Hati

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si*)

          Idul Fitri, dilihat dari segi  bahasa, berasal dari kata Arab. Iddan al-fitri.Id, berasal dari kata ‘aada-ya’uudu-iid = raja’a, berarti kembali.Al-Fitri berasal dari katafithriy, artinya asli, natural, alami.Sehingga Idul Fitrimengandung makna kembali menjadiasli-nya atausuci.Tegasnya, kembali menjadi suci(Kamus Kontemporer Arab Indonesia, attabik ali, a. zuhdi muhdlor).
       Kalimat Idul Fitri,memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Melebihi dahsyatnya musim semi yang mampu mentrubuskansemilyar daun-daun pohon sejagat raya. Dari dua patah kata itu, mampu melahirkan perubahan yang sangat dahsyat.Mampu merubah dunia dari merah -menjadi hijau.Darihitam -menjadi putih.Dari jauh -menjadi dekat.
         Dua kata itu pula -mampu merubah sifat-sifat manusia -dari arogansi-menjadi toleransi.Dari sombong -menjadi tawazzhu’.Dari bakhil - menjadi dermawan.Dari hati keras -menjadi pemaaf.Dari suka bertengkar -menjadi rukun dan damai.Daritidak kenal -menjadi saling kenal-mengenal.Dari egois-menjadi saling tolong-menolong.Mampu merubah suasana dari tidak bahagia –menjadi sejahtera dan bahagia.Begitu seterusnya.

 

 

       Asal kejadian alam -terbentuk dengan atmosfir dan galaksi yang teratur dan sangat sempurna.Satu sama lain memiliki struktur yang rapi. Tidak saling berbenturan.Mereka berjalan sesuai dengan aturan pada porosnya yang kuat.“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya.Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui [38].Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua [39].Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [40]. (QS. Yaasin [36]: 38-40)
       Begitu teraturnya struktur dan peredaran tatasurya yang ada di langit.Semuanya tunduk dan patuh pada ketentuan Sang Maha Sutradara.Tak satupun yang berani melintas diluar batas edarnya.Termasuk matahari dan bulan. Mereka berjalan sesuai dengan garis poros  dan edarnya masing-masing. Tujuannya, agar jagat raya ini berjalan damai,aman,dan nyaman.
      Begitu pula asal kejadian manusia.Anak cucuk Adam ini dijadikan oleh Allah Swt dalam keadaan sebaik-baik ciptaan.Jauh berbeda dengan penciptaan makhluq lainnya, termasuk binatang.“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin [95]: 4)
        Bahkan, bumi dan langit serta seluruh isinya –yang dikagumi makluq manusia  ini -tidak mampu melebihi indahnya manusia. Justeru karena eksistensi manusia, bumi dan langit menjadi tampak lebih indah, lebih bergairah, dan berpotensi besar.
     Manusia dilengkapi akal fikiran untuk membangun dan mempercantik dunia seisinya.Manusia, yang mampu mempersatukan dunia Barat dan Timur.Manusia, yang mempertemukan kutup utara dan selatan.Manusia pula, yang menjaga kelestarian alam semesta –sehingga menjadi ramah dan indah.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…" (QS. Al Baqarah [2]: 30)
       Dr. Nurcholis Masdjid mengatakan, khalifah yang terkandung dalam ayat tersebut maksudnyaadalah wakil Tuhan.Manusia memiliki otoritas yang tinggi untuk mengelola bumi seisinya.Karena, manusia adalah berstatus wakil Tuhan.Sedang Tuhan Allah berkehendak kebaikan kepada seluruh ciptaan-Nya.
       Manusia dicipta oleh Allah untuk mengelola keberadaan bumi. Sebagaimana firman-Nya: “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.”(QS. Al Jaasiyah [45]: 13)
       Juga firman-Nya lagi: “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qashah [28]: 77)
          Dari dua ayat tersebut, dapat difahami bahwa bumi dan langit diamanatkan kepada umat mansia untuk dikelola dengan cara sebaik-baiknya -guna mendatangkan  kesejahteraan hidupnya.
        Idul Fitri, memotivasi umat manusia agar saling menjaga eksistensinya di muka bumi -dalam tatanan yang sebaik-baiknya. Saling menolong dan saling membantu.Sehingga keberadaannya menjadi lebih kokoh dan kuat.Bukan malah sebaliknya, saling bermusuhan dan berebut kekuasaan.Saling bertengkar dan cakar-cakaran.Saling jegal dan gontok-gontokan.Saling benci dan berseteru.Saling memecah dan memutus hubungan.Kalau (terpaksa) berseteru dan berpisah, sebaiknya salah satu berinisiatif - cepat islah,kembali baik. Jangan menunggu ajal akan tiba.Nanti bisa menyesal.Padahal, sesal kemudian, tiada berguna.
Allah Swt telah mengingatkan: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu, dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujuraat [49]: 10)
         Rahmat itu, bisa berbentuk suasana damai dan tentram.Hubungan satu dengan lainnya terasa indah dan merindukan.Berjalan seiring dan seirama.Makan apa adanya,yang pentinghalalan thayyiba. Tidak ada rasa curiga dan mencurigai. Tumbuh perasaan saling percaya satu sama lain. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.Ini secuilmakna rahmat bagi kehidupan manusia dijagat raya ini.
       Dapat dibayangkan –betapa kering-kerontangnya dunia ini bila tidak ada suasana Idul Fitri.Setahun suntuk hanya bekerja dan bekerja, tidak ada silaturrahmi.Otak dan tenaga diperas sekuat tenaga untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya.Tak kenal lelah dan payah.Tak kenal santai dan rileks.Kerja keras membanting tulang dan memeras keringat.Tulangnya sendiri dibantingi, dan keringatnya sendiri diperasi, sampai habis.Toh, kepuasan belum tentu kunjung datang.Malah, bisa frustasi dan putus asa yang terjadi.
          Idul Fitri, kini menghampiri semua insani.Menawarkan hidup lebih bersih, lebih fitrah seperti sedia kala penciptaannya.Wajah manusia tampak berseri-seri.Murah senyum setulus hati. Bak sang surya yang terbit dipagi hari. Menyinari jagat raya dengan cahaya pagi –menerobos lubuk hati yang paling dalamsetiap hari.
        Saat bedug ditabuh bertalu-talu, menandakan Ramadhan telah pergi.Kini, hari berganti menjadi Idul Fitri.Hati menjadi bersih kembali.Mengantarkan umat manusia –bersih dari dosa yang mengotori hati.Lebih terhormat di hadapan Ilahi Rabbi. Idul Fitri, mengantarkan manusia menduduki derajat lebih tinggi. Menjadi suka memberi. Menjaga emosi. Saling memberi dan meminta maaf.Bahkan selalu berbuat kebaikan terhadap sesama. Nabi Saw pernah berpesan: khairun nas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah (siapa) yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.
      Hanya hati bening –yang mampu memposisikan diri seperti itu.Kualitas hati bening ini, harus dijaga dengan baik.Jangan sampai tercemar lagi.Caranya, istiqamahkan gemblengan Ramadhan yang baru lalu -dalam kehidupan sehari-hari.Hindari virus dan penyakit yang berbahaya terhadap eksistensi hati.Dengan demikian, hati akan tetap terjaga dari noda dan daki.
      Hadis tersebut di atas-menggambarkan betapa pentingnya hidup ini saling memberi dan menerima dengan sesama.Tentu, semua didasarkan kepada perintah Allah –ta’awwun, saling tolong menolong.Bukan saling mencari untung.Ini pula, produk Ramadhan yang baru lalu.Alumnus bulan suci itu -berijazah taqwa, tattaqun, muttaqin.Lebh dekat dengan Allah.Dijanjikan surga sebagai balasannya.
        Tempat kembali bagi muttaqin itu (sangat) jauh berbeda dengan kaum penentang Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an Surah Muhammad ayat 15: “(apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (QS. Muhammad [47]:15)
             Tentu, tempat kembali muttaqinsangat jauh berbeda dengan kaum penentang. Kaum muttaqin, mendapat fasilitas yang menyenangkan. Sedang kaum penentang, mendapat tempat yang sangat buruk dan menyengsarakan.Na’udzu billahi min dzalik.Menggapai sisa Ramadhan dengan didukung peningkatan ibadah di bulan Syawwal, menjadikan seseorang lebih tinggi posisinya –menjadi muttaqin. Tidak ada lain tempat kembalinya, kecuali surga. Semoga.

*) Penulis: Dosen Sekolah Tinggi Aagama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]