GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Minggu, 04 Agustus 2013

KURIKULUM UTAMA PENDIDIKAAN UNTUK ANANDA

Oleh : Gusphur *)
 
Kurikulum adalah sejumlah materi yang disajikan dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai kompetensi tertentu sehingga peserta didik dinyatakan lulus sesuai kriteria yang ditentukan. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : “A Curriculum is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. 
 
Pendapat lainnya mendefinisikan kurikulum dengan pengertian lebih luas. Kurikulum bukan hanya sebagai serangkaian dokumen tertulis saja melainkan kurikulum lebih dianggap se bagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswell dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum … to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers.

Variabel penting berikutnya yang dihubungkan dengan kurikulum adalah pendidikan. Dalam hal ini dipersempit lagi pada pendidikan anak. Anak yang terlahir dalam keadaan polos. Bahkan, Islam menggarisbawahi, bahwa setiap orang tua wajib mendidik anaknya. Jadi apa mereka kelak, tergantung dari pendidikan yang diberikan kepada mereka.

Pendidikan bagi anak adalah blueprint dari masa depan mereka. Kita pun adalah hasil dari cetakan kedua orangtua. Saat kita sudah menjadi orangtua seperti sekarang, kita akan melakukan hal yang sama kepada anak kita. Ini sudah menjadi pola. Dengan kata lain orangtua, orangtua memiliki andil dalam menentukan masa depan anak. Diakui atau tidak, anak adalah “hasil cetak” dari kedua orangtuanya. Begitupun masa depan anak, suskses atau tidaknya seorang anak sedikit banyak ditentukan dari cetakan yang dibuat oleh kedua orangtuanya.


Guru Utama dan Utama

 
Orang yang paling duluan menjadikan anak menjadi orang yang sukses adalah orangtua. Bimbingan serta arahan orangtua menjadi kunci utama per-kembangan anak. Suasana dalam rumah, suasana dalam keluarga, suasana sehari-hari didalam rumah, sangat menentukan masa depan anak. Keluarga yang harmonis sangat mendukung masa depan anak. Pendidikan dengan cara kekerasan didalam rumah tangga sudah tidak zamannya lagi saat ini. Bahkan kekerasan terhadap anaksudah dilindungi oleh hukum.

Diantara orangtua laki dan orang tua perempuan, jelas ibu adalah sosok yang lebih dekat dengan anaknya. Waktu sembilan bulan mengandung adalah tempo yang sangat panjang untuk ukuran kekuatan dan ketabahan. Di balik itu, seorang ibu menyalurkan asupan makanan (jasmani dan rohani) pada janinnya dalam tubuh yang satu. Saluran ini adalah wujud kekuasaan Tuhan yang dianugerahkan kepada seorang ibu. Wajar saja, Nabi Muhammad mengajarkan ummatnya agar memuliakan ibu tiga kali lipat daripada ayah.

Sebagai ibu, para wanita adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya di rumah tangga. Baik buruknya tingkah laku anak tergantung pada format awal dari software sang bunda. Terlebih konsep ‘surga ada di telapak kaki ibu’ bagaikan software anti virus yang paling ampuh. Baik buruknya generasi bangsa ini tergantung dari pendidikan kedua orang tua terutama kaum ibu. Begitu juga baiknya generasi muda tercermin dari harmonisnya rumah tangga. Rumah tangga harmonis adalah cerminan dari harmonisnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan peran kaum ibu dalam keutuhan negara juga sangat besar. Oleh sebab itulah kaum wanita diistilahkan sebagai tiang negara.

Setiap ibu yang bersyukur pasti akan menjalankan amanat Tuhan. Setiap ibu pasti menyalurkan kasih sayang  itu demi anak yang telah dilahirkannya. Ananda tidak cukup diberi ucapan kasih dan sayang. Wujud kasih sayang itu perlu diberikan dengan pendidikan yang terbaik. Tujuannya, agar kehidupan ananda kelak terarah dan sukses sesuai petunjuk Tuhan Sang Pemberi Amanah.

Kurikulum Utama untuk Ananda

Setiap ibu yang cerdas dan bijak akan mencari pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Pendidikan sebagaimana diulas di awal artikel ini, diberikan melalui kurikulum yang terarah dan terstruktur. Tujuannya agar kompetensi ‘sukses kehidupan’ ananda mendapatkan predikat lulus.

Baiklah kita mencarinya dari sumber terbaik. Bagi umat muslim pasti tidak akan lupa surat Al-Fatihah. Surat yang terdiri dari tujuh ayat ini sangat baik untuk diresapi. Pantas diresapi karena surat ini pembuka dari kitab suci. Setiap menghadap Tuhan, minimal tujuh belas kali dibaca sehari semalam. Kandungannya sarat dengan rahasia dan mukjizat. Maklum, karena yang menurunkannya adalah Tuhan Sang Pemilik Alam Semesta.

Baiklah kita rinci kurikulum utama yang penting untuk pendidikan setiap anak kita. Kurikulum ini kita selaraskan dengan jumlah ayat Al-Fatihah., yakni angka tujuh. Angka kera-mat yang melambangkan jumlah lapisan surga dan neraka.

Pertama, adalah kurikulum MEREK. Layaknya sebuah produk, Setiap anak perlu diberi merek. Mengapa produk A dikenal dan dibeli, karena pembeli tahu nama ‘merek’ produk tersebut. Ya, maksudnya adalah ‘nama’. Berilah anak kita nama terbaik yang mengandung kebaikan dan harapan mulia. Jangan sepelekan NAMA yang akal me’label’i produk yang berwujud anak kita ini. Kelak, mereka akan bangga bila namanya tercetak sebagai juara loma ini dan pertandingan itu. Oleh sebab itu, adalah bijaksana apabila setiap orang tua memilih nama yang ‘notabene’ adalah merek dari makhluk Tuhan yang dititipkan pada kita. Sebelum memberi nama pada setiap anak, sangat bijaksana apabila kita memohon petunjuk Sang Pemiliknya. Dialah Tuhan Yang Maha Pencipta.

Kedua, adalah kurikulum PUJIAN. Kalau Tuhan adalah wajib mendapat pujian dari makhluk-Nya. Juga setiap orang pasti senang apabila mendapat pujian. Bahkan, orang paling bejat sejagad pun akan marah bila di-rendahkan. Adalah pelajaran dari setiap pujian, sebagai nutrisi positif dan membuang virus negatif. Anak yang selalu dipuji, akan tumbuh dalam semangat hidup lebih positif. Ini mengajarkan agar mereka selalu berpikir positif (baca: kebaikan) dan menjauhkan diri dari segala sifat negatif (baca: keburukan).

Ketiga, kurikulum ‘CINTA KASIH’. Setiap anak adalah buah cinta kasih kedua orangtua. Cinta bermakna kesanggupan untuk memberi yang terbaik. Kasih selaras dengan kesanggupan untuk menerima setiap kekurangan. Apapun tugas yang dijalani, maka cinta kasih akan merubah setia kebaikan dan keindahan makin menawan dan memikat. Apapun kesulitan yang dihadapi akan dilalui dengan ketabahan dan kerelaan. Dmikian juga, anak kita harus diajarkan bagaimana mengasihi sesama. Bagaimana harus tersenyum. Bagaimana harus mau belajar. Manfaatnya belajar, manfaatnya disiplin, dan seterusnya.

Kurikulum keempat adalah KEKUATAN. Ajarkan anak kita bagaimana agar kuat belajar. Kuat berolahraga. Mungkin ada pelajaran 4 Sehat 5 Sempurna. Hal tersebut untuk emnguatkan jasmani. BAgaimana pula untuk menguatkan rohani, jangan tinggalkan melatih anak untuk kenal Tuhannya. Bagaimana belajar sholat. Bagaimana berwudlu, dan seterusnya.

Berikutnya adalah kurikulum KOMUNIKASI. Secara naluriah setia bayi mungkin menggunakan tangisan untuk berkomunikasi dengan orangtuanya. Segera beri respon terbaik untuk komunikasi alamiah ini. Demikian juga saat mulai dewasa, bagaimana anak kita harus melaporkan kesulitan belajarnya, masalah di sekolah, masalah ini dan itu. Semua yang disalurkan pasti menemui jalan keluar. Oleh sebab itu, ananda harus dibiasakan untuk ‘tidak’ menyembunyikan ke’galau’annya.

Kurikulum penting berikutnya adalah perihal KEBENARAN.  Setiap kebenaran bersumberkan dari Tuhan. Sebaliknya, syetan menjerumuskan manusia pada jalan kesalahan atau kesesatan. Untuk mengetahui mana yang benar dan salah, maka si anak harus diberitahu dan dibiasakan untuk memilih aspek yang ‘benar’. Jangan sampai setiap kesalahan yang diperbuat dibiarkan karena kita terlalu memanjakannya. Yakinkan pada anak, bahwa pembetulan dari setiap kesalahan adalah wujud kasih saying orangtua pada ananda.

Kurikulum ketujuh yang penting pula disuntikkan pada pola piker ananda adalah ‘kesejahteraan’. Hidup ini hakikatnya adalah perjalanan waktu. Tujuan pada kondisi ‘sejahtera’ diartikan pada tercukupinya kebutuhan. Makan minum dengan gizi yang baik penting untuk mencukupi kebutuhan jasmani. Kebutuhan rohani pun penting untuk dicukupi. Pendidikan, kasih sayang, keamanan, kedamaian adalah contoh pemenuhannya. Tetapi, ingat bahwa puncak kesejahteraan adalah kelak pada batas kehidupan. Ada kehidupan di akhirat kelak, kita sejahtera di akhirat apabila masuk dalam kelompok penghuni surga. Bagaimana meraihnya, berikan anak-anak kita pendidikan agama.

Demikian kurikulum yang tujuh tersebut bila disalurkan insya Allah mengantarkan anak-anak kita pada kesuksesan (hidup). Sukses yang menyejukkan setiap mata yang memandangnya. Di mata makhluk maupun di mata Sang Khalik. Tuhan Sang Maha Pencipta.

Sumber Rujukan :

  1. Caswell, H.L. & Campbell, D.S. (1935).  Curriculum Development.  New York: American Book,
  2. George R. Beauchamp, Jerome W. Bettman, Clifford D. Stromberg (1986). Ethics in Ophthalmology: A Practical Guide.  San Francisco, CA  : American Academy of Ophthalmology.
  3. Gusphur. (2013). 14 Jurus Masa Depan. Jakarta: Noura Mizan,

----------------------------
*) Pemerhati sosial di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kab. Jember. Penulis dapat dihubungi via email : fatchur45@gmail.com atau kontak/sms : 087712986857

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]