GURU SEJATINYA TETAP KUNCI DALAM PROSES PEMBELAJARAN. NAMUN, SEBAGAI AGEN PERUBAHAN, GURU DITUNTUT HARUS MAMPU MELAKUKAN VALIDASI MEPERBAHARUI KEMAMPUANNYA, SESUAI DENGAN TUNTUTAN ZAMAN AGAR TIDAK TERTINGGAL

Loading...
 

Jumat, 04 Mei 2012

Ari Santoso : "Jangan Seperti Katak di Bawah Tempurung"



PADANG,  -- Masing-masing peserta Gebyar Sumbar Expo (Bidang Pendidikan) dari kabupaten/kota Sumatera Barat jangan seperti “katak di bawah tempurung”. 

Jangan cepat berpuas diri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang dimiliki. Jadikan kegiatan pameran, seminar dan aneka lomba di iven ini sebagai pemantik untuk untuk introspeksi dan evaluasi diri atas ketertingalan selama ini, sekaligus sebagai motivasi untuk lebih maju dan berkembang dalam penguasaan Iptek.

Demikian diserukan Dr. Ir. Ari Santoso, seorang pakar dari Pustekkom Kemendiknas yang tampil sebagai salah seorang narasumber dalam seminar bertema “Pendayagunaan TIK untuk Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sumatera Barat”.
 

Ari Santoso yang dijumpai www.sumbarONLINE.com menjelang dibukanya secara resmi  iven Gebyar Sumbar Expo (Bidang Pendidikan) oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu (2/5), lebih lanjut menjelaskan bahwa disamping memberikan materi seminar bersama rekannya Ir Monang Sinambela, pihaknya juga ingin mengukur sejauh mana perkembangan dan penguasaan Iptek di Sumbar, termasuk di kabupaten/kotanya.

“Dari iven ini setidaknya kami bisa memperoleh gambaran sejauh mana kompetensi kabupaten/kota Sumbar dalam pengusaaan Iptek. Dengan demikian, kami bisa memberikan parameter tentang kualitas pendidikan di Sumbar secara umum. Baik dari sisi pelaksanaan Ujian Nasional (UN), tingkat kelulusan dan sebagainya,” papar Ari Santoso, diamini rekan sejawatnya, Ir. Monang Sinambela.

Diingatkan lebih lanjut bahwa beragam keunggulan yang ditampilkan peserta di iven Gebyar Sumbar Expo (Bidang Pendidikan) Rabu (2/5) hingga Jum’at (4/5) bukan jaminan kualitas pendidikan Sumbar lebih unggul dibanding provinsi lainnya di Indonesia.

“Ini baru untuk wilayah Sumbar. Belum lagi jika iven sejenis diadakan se-Sumatera. Bisa saja Sumbar jauh tertinggal dibanding Sumsel, Aceh atau Medan. Untuk itu, selalu asah kemampuan dan tingkatkan kemampuan Iptek, sehingga sektor pendidikan Sumbar bisa bercokol pada posisi membanggakan,” ujarnya.

Menurut Ari Santoso yang sangat mendukung jika Gebyar Sumbar Expo (Bidang Pendidikan) dijadikan agenda tahunan , anggaran pendidikan sebenarnya tak mengenal batas, kendati berdasarkan kekentuan UU terikat di angka 20 persen untuk alokasinya. Baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.  Masing-masing punya keterikatan dan  dituntut bisa meningkatkan standar dan kualitas pendidikan.

Sebagai bukti bahwa sebenarnya anggara pendidikan tak mengenal batas, pemerintah pusat menggelontorkan bantuan tambahan untuk sekolah-sekolah berwujud dana BOS, DAK dan sederet lainnya. Begitu juga Pustekkom Kemendiknas, juga memberikan anggaran ke daerah, yang salah satu tujuannya supaya ada keterikatan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. [Sumber : http://www.sumbaronline.com/]

Berita Terkait lainnya, klik :

Tidak ada komentar:

Entri Terkini :

e-Newsletter Pendididkan @ Facebook :

Belanja di Amazon.com :

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

PANDUAN VERIFIKASI AKUN PAYPAL ANDA KE REKENING BANK ANDA [KLIK DISINI]