Pendistribusian soal UN dikawal ketat. Tak hanya melibatkan kepolisian, tapi juga dinas pendidikan dan perguruan tinggi.
PADANG, HALUAN - Ujian Nasional (UN) di Sumatera Barat akan dikawal ketat mulai dari pendistribusian soal sampai pelaksanaan ujian. UN SMA, SMK, dan MA akan dilaksanakan, 16 hingga 19 April 2012. Polda Sumbar menyerahkan pengamanan dan pengawalan soal kepada Polres setempat, selain dinas pendidikan dan perguruan tinggi. “Soal UN ini dikawal ketat selama 24 jam oleh dinas pendidikan, kepolisian, dan perguruan tinggi,” kata Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto kepada Haluan Jumat (13/4) kemarin di Padang.
Meski sudah diserahkan kepada Polres setempat, namun Polda Sumbar bukan tinggal diam dan siap memcak up apabila diperlukan bantuan.
Dikatakan Mainar, pihaknya telah berkoordinasi seluruh Kapolres se-Sumbar yang bertugas mengawal pendistribusian naskah UN. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dan sekolah-sekolah untuk mempermudah koordinasi dengan aparat keamanan.
Pihak kepolisian jelas tidak mengingankan terjadinya kebocoran soal. Karena itu, pengawalan soal ini diperketat. Apalagi hasil UN ini akan mempengaruhi penerimaan di perguruan tinggi negeri.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Padang, sedikitinya 163 personel Polresta Padang dikerahkan melakukan pengamanan ke sejumlah SMA, MA, SMK Negeri dan Swasta, yang nantinya akan melaksanakan UN. Pengamanan itu dilakukan dari tanggal 14-19 April 2012.
Kapolresta Padang Kombes Pol Moch. Seno Putro didampingi Kabag Ops Kompol M Yudi Sulistiyo mengatakan, sejak tanggal tersebut, sedikitnya dua personel dari Polresta Padang akan melekat di setiap sekolah SMA, MA, SMK Negeri dan Swasta yang akan melaksanakan UN nanti, mulai dari kedatangan naskah soal hingga selesai pelaksanaan UN tersebut.
“Meskipun UN baru akan dilaksanakan 16-19 April 2012, tapi berdasarkan Surat Perintah Kapolresta Padang, 163 personel Polresta Padang dan dibantu Polsek setempat akan melakukan Pam UN, mulai 14 April 2012, sebab di tanggal 14 April tersebut, naskah soal UN akan didistribusikan ke tempat penyimpanan,” kata Seno.
Dalam penyimpanan soal tersebut, khusus untuk SMA dan MAN akan ditempatkan di SMA 2 Padang, soal SMK akan ditampung di SMK 1 Padang. Sedangkan untuk SMP akan disimpan di SMP Pertiwi Padang. Setiap tempat penampungan soal ini, pihaknya telah menempatkan personil untuk dijaga ketat.
Kemudian dalam penyelenggaraan UN nanti, kata Seno, apabila ditemukan perbuatan pelanggaran hukum maka pihaknya akan melakukan tindakan hukum yang berlaku atau sesuai peraturan.
“Kita berharap pelaksanaan UN nanti dapat berjalan dengan baik, tidak ada terjadi penyimpangan dan kebocoran soal maupun jawaban. Kita juga berharap selama ujian nasional berlangsung, tidak ada terjadi gangguan seperti perkelahian, sabotase, pencurian kendaraan peserta UN atau kendaraan petugas yang melakukan pengamanan UN,” harapnya.
Ditambahkannya, nanti sebahagian petugas PAM juga melakukan pengamanan ke tiap sekolah di Kota Padang yang mengikuti UN dan melakukan patroli. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya indikasi kebocoran soal.
Gubernur Optimis
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno optimis hasil UN tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Persiapan yang matang sudah dilakukan dengan menerapkan Pogram Pra UN, seperti memperbanyak try out mulai dari provinsi hingga ke kabupaten/kota. Hasil Pra UN kemudian ditindaklanjuti dengan memperkuat siswa pada mata pelajaran tertentu yang nilainya kurang.
Bahkan tahun depan, Pemprov Sumbar berencana meningkatkan alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pra UN ini, sehingga kegiatan try out juga lebih sering dilakukan. Siswa menjadi terbiasa mengerjakan berbagai macam soal.
“Kita optimis hasil UN tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan Pra UN dan pembekalan pada siswa yang terkendala pada mata pelajaran tertentu, tentunya dapat mendongrak perolehan nilai siswa,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada Haluan Jumat (13/4), usai pertemuan dengan Peserta Pelatihan Diplomat Senior Internasional dari Kementrian Luar Negeri RI di Gubernuran Sumbar.
Sementara itu dari Sosialisasi Pelaksanaan UN tahun 2012 awal April lalu, disebutkan bahwa kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikannya melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria penyelesaian seluruh program pembelajaran, salah satunya adalah Nilai Akhir (NA) yang diperoleh.
Ketentuannya, NA adalah nilai gabungan antara Nilai Sekolah (NS)/Madrasah dari setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan dan hasil UN. Rinciannya, 40 persen NS/M dan 60 persen UN. Tetapi syaratnya, siswa dinyatakan lulus UN bila nilai rata-rata dari semua NA paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
“Para siswa peserta UN tidak perlu terlalu tegang mengikuti UN, karena nilai UN bukan penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan Nilai Akhir (NA) dengan bobot 60 persen UN dan 40 persen US/M,” tegas Irwan.
Distribusi soal ujian siswa SMA/MA untuk kabupaten sudah dimulai kemarin Jumat (13/4). Untuk sementara soal akan disimpan di Polsek setempat. Pada Senin (16/4), soal dijemput untuk dibawa ke sekolah dengan pengawalan aparat kepolisian. Sedangkan materi ujian untuk daerah kota dijadwalkan hari ini Sabtu (14/4). Mekanismenya sama dengan distribusi soal untuk kabupaten.
Tak Percaya Kunci
Gubernur mengingatkan, agar para orang tua dan siswa tidak percaya dengan adanya kunci jawaban dari soal Ujian Nasional (UN). Kunci jawaban itu diyakini akan menyesatkan dan mengorbankan siswa. Para siswa juga diminta tidak mencontek pada rekan disebelahnya.
Pasalnya, pelaksanaan UN benar-benar sudah memperhitungkan berbagai praktek curang yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Materi ujian dalam setiap kelas terbagi dalam 4 jenis soal yang berbeda, ada Soal A, Soal B, Soal C dan Soal D. Tempat duduk siswa juga diacak, tidak berurutan nomor ujiannya.
“Kami mengingatkan agar orang tua dan siswa jangan percaya dengan kunci jawaban. Kita sudah antisipasi praktek demikian, dalam satu ruang kelas terdapat 4 jenis soal yang berbeda, tempat duduk anak juga akan diacak,” ujar Gubernur.
Pada pelaksanaan UN ini, siswa tidak bisa bertanya atau mencontek lembar jawaban rekan disebelahnya. Karena soal berbeda maka otomatis jawabannya juga tidak sama. Lebih baik siswa membekali diri dengan belajar maksimal menjelang UN.
UN yang jujur menjadi target utama Pemprov Sumbar. Hasil UN yang bagus tetap menjadi harapan, tetapi hasil itu hendaknya diperoleh dengan cara-cara yang baik yaitu dengan penuh kejujuran. Bukan sebaliknya, nilai UN tinggi tetapi didapat dengan tidak jujur baik mencontek atau peran guru membocorkan jawabannya.
Pelaksanaan UN yang jujur ini juga dimaksudkan untuk pembentukan karakter siswa, agar terbiasa menjunjung nilai-nilai kebaikan. Seluruh bupati/walikota juga sudah disampaikan melalui Dinas Pendidikan setempat, untuk menerapkan UN yang jujur.
PADANG, HALUAN - Ujian Nasional (UN) di Sumatera Barat akan dikawal ketat mulai dari pendistribusian soal sampai pelaksanaan ujian. UN SMA, SMK, dan MA akan dilaksanakan, 16 hingga 19 April 2012. Polda Sumbar menyerahkan pengamanan dan pengawalan soal kepada Polres setempat, selain dinas pendidikan dan perguruan tinggi. “Soal UN ini dikawal ketat selama 24 jam oleh dinas pendidikan, kepolisian, dan perguruan tinggi,” kata Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto kepada Haluan Jumat (13/4) kemarin di Padang.
Meski sudah diserahkan kepada Polres setempat, namun Polda Sumbar bukan tinggal diam dan siap memcak up apabila diperlukan bantuan.
Dikatakan Mainar, pihaknya telah berkoordinasi seluruh Kapolres se-Sumbar yang bertugas mengawal pendistribusian naskah UN. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat dan sekolah-sekolah untuk mempermudah koordinasi dengan aparat keamanan.
Pihak kepolisian jelas tidak mengingankan terjadinya kebocoran soal. Karena itu, pengawalan soal ini diperketat. Apalagi hasil UN ini akan mempengaruhi penerimaan di perguruan tinggi negeri.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Padang, sedikitinya 163 personel Polresta Padang dikerahkan melakukan pengamanan ke sejumlah SMA, MA, SMK Negeri dan Swasta, yang nantinya akan melaksanakan UN. Pengamanan itu dilakukan dari tanggal 14-19 April 2012.
Kapolresta Padang Kombes Pol Moch. Seno Putro didampingi Kabag Ops Kompol M Yudi Sulistiyo mengatakan, sejak tanggal tersebut, sedikitnya dua personel dari Polresta Padang akan melekat di setiap sekolah SMA, MA, SMK Negeri dan Swasta yang akan melaksanakan UN nanti, mulai dari kedatangan naskah soal hingga selesai pelaksanaan UN tersebut.
“Meskipun UN baru akan dilaksanakan 16-19 April 2012, tapi berdasarkan Surat Perintah Kapolresta Padang, 163 personel Polresta Padang dan dibantu Polsek setempat akan melakukan Pam UN, mulai 14 April 2012, sebab di tanggal 14 April tersebut, naskah soal UN akan didistribusikan ke tempat penyimpanan,” kata Seno.
Dalam penyimpanan soal tersebut, khusus untuk SMA dan MAN akan ditempatkan di SMA 2 Padang, soal SMK akan ditampung di SMK 1 Padang. Sedangkan untuk SMP akan disimpan di SMP Pertiwi Padang. Setiap tempat penampungan soal ini, pihaknya telah menempatkan personil untuk dijaga ketat.
Kemudian dalam penyelenggaraan UN nanti, kata Seno, apabila ditemukan perbuatan pelanggaran hukum maka pihaknya akan melakukan tindakan hukum yang berlaku atau sesuai peraturan.
“Kita berharap pelaksanaan UN nanti dapat berjalan dengan baik, tidak ada terjadi penyimpangan dan kebocoran soal maupun jawaban. Kita juga berharap selama ujian nasional berlangsung, tidak ada terjadi gangguan seperti perkelahian, sabotase, pencurian kendaraan peserta UN atau kendaraan petugas yang melakukan pengamanan UN,” harapnya.
Ditambahkannya, nanti sebahagian petugas PAM juga melakukan pengamanan ke tiap sekolah di Kota Padang yang mengikuti UN dan melakukan patroli. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya indikasi kebocoran soal.
Gubernur Optimis
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno optimis hasil UN tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Persiapan yang matang sudah dilakukan dengan menerapkan Pogram Pra UN, seperti memperbanyak try out mulai dari provinsi hingga ke kabupaten/kota. Hasil Pra UN kemudian ditindaklanjuti dengan memperkuat siswa pada mata pelajaran tertentu yang nilainya kurang.
Bahkan tahun depan, Pemprov Sumbar berencana meningkatkan alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pra UN ini, sehingga kegiatan try out juga lebih sering dilakukan. Siswa menjadi terbiasa mengerjakan berbagai macam soal.
“Kita optimis hasil UN tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan Pra UN dan pembekalan pada siswa yang terkendala pada mata pelajaran tertentu, tentunya dapat mendongrak perolehan nilai siswa,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada Haluan Jumat (13/4), usai pertemuan dengan Peserta Pelatihan Diplomat Senior Internasional dari Kementrian Luar Negeri RI di Gubernuran Sumbar.
Sementara itu dari Sosialisasi Pelaksanaan UN tahun 2012 awal April lalu, disebutkan bahwa kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikannya melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria penyelesaian seluruh program pembelajaran, salah satunya adalah Nilai Akhir (NA) yang diperoleh.
Ketentuannya, NA adalah nilai gabungan antara Nilai Sekolah (NS)/Madrasah dari setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan dan hasil UN. Rinciannya, 40 persen NS/M dan 60 persen UN. Tetapi syaratnya, siswa dinyatakan lulus UN bila nilai rata-rata dari semua NA paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
“Para siswa peserta UN tidak perlu terlalu tegang mengikuti UN, karena nilai UN bukan penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan Nilai Akhir (NA) dengan bobot 60 persen UN dan 40 persen US/M,” tegas Irwan.
Distribusi soal ujian siswa SMA/MA untuk kabupaten sudah dimulai kemarin Jumat (13/4). Untuk sementara soal akan disimpan di Polsek setempat. Pada Senin (16/4), soal dijemput untuk dibawa ke sekolah dengan pengawalan aparat kepolisian. Sedangkan materi ujian untuk daerah kota dijadwalkan hari ini Sabtu (14/4). Mekanismenya sama dengan distribusi soal untuk kabupaten.
Tak Percaya Kunci
Gubernur mengingatkan, agar para orang tua dan siswa tidak percaya dengan adanya kunci jawaban dari soal Ujian Nasional (UN). Kunci jawaban itu diyakini akan menyesatkan dan mengorbankan siswa. Para siswa juga diminta tidak mencontek pada rekan disebelahnya.
Pasalnya, pelaksanaan UN benar-benar sudah memperhitungkan berbagai praktek curang yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Materi ujian dalam setiap kelas terbagi dalam 4 jenis soal yang berbeda, ada Soal A, Soal B, Soal C dan Soal D. Tempat duduk siswa juga diacak, tidak berurutan nomor ujiannya.
“Kami mengingatkan agar orang tua dan siswa jangan percaya dengan kunci jawaban. Kita sudah antisipasi praktek demikian, dalam satu ruang kelas terdapat 4 jenis soal yang berbeda, tempat duduk anak juga akan diacak,” ujar Gubernur.
Pada pelaksanaan UN ini, siswa tidak bisa bertanya atau mencontek lembar jawaban rekan disebelahnya. Karena soal berbeda maka otomatis jawabannya juga tidak sama. Lebih baik siswa membekali diri dengan belajar maksimal menjelang UN.
UN yang jujur menjadi target utama Pemprov Sumbar. Hasil UN yang bagus tetap menjadi harapan, tetapi hasil itu hendaknya diperoleh dengan cara-cara yang baik yaitu dengan penuh kejujuran. Bukan sebaliknya, nilai UN tinggi tetapi didapat dengan tidak jujur baik mencontek atau peran guru membocorkan jawabannya.
Pelaksanaan UN yang jujur ini juga dimaksudkan untuk pembentukan karakter siswa, agar terbiasa menjunjung nilai-nilai kebaikan. Seluruh bupati/walikota juga sudah disampaikan melalui Dinas Pendidikan setempat, untuk menerapkan UN yang jujur.
Berita - Informasi Lainnya, klik :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar